Pelanggan Sesalkan PLN
Meski Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah berjanji tidak ada pemadaman listrik selama bulan Ramadhan, tetapi pemadaman listrik
BLANGPIDIE - Meski Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah berjanji tidak ada pemadaman listrik selama bulan Ramadhan, tetapi pemadaman listrik selama puasa tetap saja terjadi. Sejumlah warga mengaku kecewa dengan pemadaman listrik yang terjadi dalam bulan puasa. Padahal sebelumnya pihak PLN sudah berjanji selama puasa suplai listrik aman.
Rentetan pemadaman listrik selama Ramadhan telah mengganggu kekhusyukan umat dalam menjalani ibadah puasa. Apalagi listrik padam tak kenal kompromi. Bisa saja siang, sore, bahkan pada saat berbuka puasa seperti yang terjadi pada Jumat (27/7) petang lalu. “Jumat kemarin listrik padam saat umat Islam sedang berbuka puasa. Listrik baru nyala kembali menjelang azan isya,” kata Ronai, salah seorang warga Susoh.
Ia mengatakan, pemadaman yang terjadi pada saat berbuka puasa itu membuat warga kalang kabut. Mereka terpaksa harus menghentikan semua aktifitasnya karena gelap. “Seharusnya di bulan Ramadhan ini PLN tidak memadamkan lampu karena umat Islam fokus beribadah, apabila lampu padam kesibukan masyarakat akan terganggu karena aktivitasnya menyiapkan makanan seperti berbuka dan makan sahur akan terganggu,” katanya.
Arman, warga lainnya juga menyayangkan pihak PLN yang tidak memberitahukan sebelumnya kepada masyarakat ketika akan memadamkan lampu listrik, karena masyarakat tidak dapat mengantisipasi dengan menyiapkan alat penerangan lain ketika listrik dipadamkan
“Setiap orang membutuhkan listrik. Mestinya ada pemberitahuan awal kepada masyarakat kalau listrik akan dipadamkan, sehingga masyarakat bisa mengantisipasinya,” ujarnya seraya berharap kepada PLN tidak lagi melakukan pemadaman di bulan puasa, karena akan mengganggu aktivitas ibadah masyarakat.(az)
Baut Mesin Patah
MANEJER PLTD Suaq, Syafii mengatakan pihaknya selalu berupaya agar selama Ramadhan ini listrik tetap normal dan tidak ada pemadaman, karena jauh sebelumnya, pihaknya telah mempersiapkannya.
Akan tetapi, tanpa diduga, pada Jumat (27/7) malam saat warga sedang berbuka puasa, tiba-tiba baut mesin Merlis 3.000 MW patah, sehingga arus listrik harus dipadamkan sementara. “Sekarang mesin Merlis itu sudah diperbaiki dan arus listrik sudah normal kembali,” katanya.
Ditanya tentang ada pemadaman di siang hari tanpa beraturan, Syafii, menjelaskan, kalau pemadamannya berlangsung sesaat itu disebabkan ada pekerjaan mesin, dan jika pemadaman berlangsung lama dikarenakan akibat gangguan jaringan. “Selama bulan puasa ini mesin cukup stabil. Kalaupun ada pemadaman secara tiba-tiba itu disebabkan gangguan jaringan,” katanya.(az)