15 Polisi Mesir Tewas di Perbatasan Mesir-Israel
Presiden Mesir Muhammad Mursi mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat militer dan keamanan setelah serangan itu
Israel mengatakan para penyerang bersenjata, dalam dua kendaraan, kemudian mencoba untuk menghancurkan jalan mereka diseberang perbatasan.
Satu kendaraan tampaknya meledak di persimpangan Sinai Utara, sementara yang lain dihancurkan oleh angkatan udara Israel.
Tidak jelas siapa yang melakukan serangan itu. Televisi pemerintah Mesir menyalahkan militan Islam.
Kantor berita negara itu mengutip seorang pejabat keamanan mengatakan orang bersenjata itu "orang jihad" yang telah menyusup dari Jalur Gaza.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dalam insiden ini mencoba mencari perhatian publik dengan mengeluarkan pernyataan bahwa pasukan keamanan negaranya telah "menggagalkan serangan yang bisa saja menimbulkan korban yang banyak".
Presiden Mesir Muhammad Mursi mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat militer dan keamanan setelah serangan itu. Dia mengutuk apa yang disebut sebagai serangan para "pengecut" dan mengatakan Mesir akan merebut kembali kontrol dari Sinai.
"Pasukan keamanan akan mengambil kontrol penuh daerah ini," kata Presiden dalam pidato televisi.
Dalam pernyataan sebelumnya, ia mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan "menghadapi tantangan serius bagi kedaulatan Mesir dan Sinai untuk melindungi dari semua kelompok bersenjata".
Setidaknya tujuh polisi Mesir lainnya terluka dalam serangan itu, kata beberapa pejabat keamanan. Tidak jelas berapa banyak gerilyawan yang terlibat atau berapa banyak yang tewas, lapor BBC. (Serambinews.com/H)