Sabtu, 11 April 2026

Banjir Agara Rusak 172 Rumah

Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang setidaknya lima desa di Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara (Agara) merusak dan menghanyutkan

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Banjir Agara Rusak 172 Rumah
SERAMBI/ASNAWI
Kerusakan akibat banjir bandang di Desa Naga Timbul, Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara yang terjadi Jumat (17/8).
* Dinsos Aceh Tambah Bantuan

KUTACANE - Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang setidaknya lima desa di Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara (Agara) merusak dan menghanyutkan sekitar 172 rumah--termasuk fasilitas publik lainnya--dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Dinas Sosial (Dinsos) Aceh mengirim tambahan bantuan darurat ke lokasi bencana termasuk memobilisasi dapur umum lapangan bersama belasan personel Tagana.

Seperti diketahui, pada Jumat malam, 17 Agustus 2012 sekitar pukul 22.00 WIB banjir bandang menyapu desa-desa pedalaman yang berada dalam wilayah Kecamatan Leuser. Air bah turun dari pergunungan memenuhi anak sungai, meluap dan menerjang kawasan permukiman di lembah atau lereng bukit. Kawasan bencana berjarak sekitar 80 kilometer arah utara Kutacane, ibu kota Kabupaten Agara. Bahkan salah satu desa yang diterjang air bah yaitu Naga Timbul sangat terisolir di kaki gunung, berbatasan dengan Tanah Karo, Sumatera Utara.

Hingga kemarin atau enam hari pascamusibah, Posko Penanggulangan Banjir Bandang dan Tanah Longsor Agara mencatat 172 rumah rusak, dengan rincian rusak berat atau hanyut 53 unit, rusak sedang 13 unit, dan rusak ringan 106 unit. Kerusakan paling parah terjadi di lima desa yaitu Naga Timbul, Sukadamai, Gayo Sendah, Sepakat, dan Bunbun Indah.

Kabag Kesra Setdakab Agara yang juga Ketua Posko Penanggulangan Banjir Bandang dan Tanah Longsor Agara, Drs Jamanuddin MAP, kepada Serambi, Rabu (22/8) mengatakan, korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggal kini menumpang di rumah-rumah famili. Pemkab Agara sudah membuka dua dapur umum dan sudah mendrop beras sebanyak 5,4 ton. Palang Merah Indonesia (PMI) juga sudah menyerahkan bantuan seperti family kit 66 unit, ember 66 unit, dan selimut 80 helai.

Selain rumah, banjir bandang juga merusak fasilitas umum, seperti masjid dan sekolah dasar di Desa Naga Timbul, musalla di Desa Sepakat, jembatan di enam titik, dan ruas jalan pengerasan sepanjang tiga kilometer.

Pemkab Agara dibantu tim SAR, BPBD, BPBA, TNI/Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi dan mengumpulkan puing-puing rumah yang dihantam banjir bandang dan tanah longsor dengan mengerahkan dua unit alat berat.

Untuk mencapai lokasi sangat sulit karena kondisi medan yang terjal, berliku-liku, licin, dan sulit dilalui kendaraan biasa kecuali mobil berpenggerak empat roda. Koordinasi semakin sulit karena zona bencana tidak ada sinyal telepon selular.

Dinsos Aceh, sejak Rabu pagi hingga siang kemarin mengirim tambahan bantuan ke zona bencana di Agara, baik logistik maupun personel Tagana yang akan mengelola dapur umum.    

Kadis Sosial Aceh, Muhammad Nasir Mahmud melalui Kabid Banjamsos, Burhanuddin Usman melaporkan, sejak Rabu (22/8) telah dibuka dapur umum untuk melayani pengungsi yang dipusatkan di Desa Naga Timbul. Sedangkan untuk desa-desa yang terkena dampak dilakukan sistem antar setelah dimasak oleh tim Tagana.

Bantuan lanjutan yang didistribusikan pada Rabu pagi yaitu kit ware 50 paket, family kit 150 paket, food ware 150 paket, selimut 150 lembar, kain batik 150 lembar, matras 250 lembar, tenda biru 10 bal, tenda keluarga 55 unit, dan sambal 6 duz.

Selanjutnya, pada Rabu siang kemarin diberangkatkan lagi bantuan berupa telur ayam 10.000 butir, kecap 25 duz, sambal 25 duz, tenda keluarga 15 unit, mobil dapur umum lapangan 2 unit, dan tim dapur umum Tagana 14 personel. “Kami berupaya semaksimal mungkin menangani korban bencana dalam masa-masa darurat ini,” kata Burhanuddin.(as/nas)

Ibu dan Anak Korban Banjir belum Ditemukan
DUKA masih menyelimuti zona bencana di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara). Wajah-wajah murung bahkan tangis pilu masyarakatnya melengkapi kondisi perkampungan yang porak-poranda. Upaya evakuasi, pembersihan, dan pencarian korban hilang masih terus berlanjut hingga Rabu 22 Agustus 2012 atau hari keenam pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang setidaknya lima desa di kecamatan tersebut.

Seperti dilaporkan sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor yang memorak-porandakan lima desa di Kecamatan Leuser, yaitu Naga Timbul, Sukadamai, Gayo Sendah, Sepakat, dan Bunbun Indah bukan saja menghancurkan rumah penduduk tetapi juga berbagai fasilitas umum lainnya. Bahkan, enam warga dinyatakan hilang terseret air bah.

Dandim 0108 Agara, Letkol Andi Roediprijatna W didampingi Pasiter, Kapten Arh Hamdansyah yang mengomandoi prajuritnya membantu korban bencana, kepada Serambi, menginformasikan, dari enam korban hilang, empat di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan tewas. “Hingga Selasa (21/8) masih ada dua lainnya yang terus dicari,” kata Letkol Andi Roediprijatna.

Keempat korban yang sudah ditemukan masing-masing Rabudin (12) dan Kandri (10), keduanya warga Desa Sepakat. Keduanya ditemukan Sabtu (18/7). Selanjutnya, Selasa (21/8) ditemukan dua lagi yaitu Sakidan (4 bulan) dari Desa Naga Timbul dan Taufik (2 tahun) dari Desa Sepakat. Hingga Rabu (22/8), masih ada dua lainnya yang terus dicari, yaitu Arianti (40) bersama anaknya, Saliman (15), warga Desa Naga Timbul. “Anggota TNI dari Kodim 0108 Agara bersama Kompi Senapan A Yonif 114/SM terus membantu membersihkan puing-puing banjir bandang di kelima desa yang diterjang bencana,” demikian Dandim 0108 Agara.(as/nas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved