Rabu, 10 Juni 2026

Warga Blokir Lintas Meulaboh-Calang

Ruas jalan di lintasan Meulaboh-Calang via Cot Seulamat di kawasan Desa Pinem, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Warga Blokir Lintas Meulaboh-Calang
SERAMBI/DEDI ISKANDAR
Pengguna jalan melintas di lintasan Meulaboh-Calang kawasan Desa Pinem, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Senin (27/8) yang diblokade warga. Aksi itu dilakukan guna menuntut pengaspalan badan jalan yang kini belum dilakukan pihak terkait. Akibatnya, arus transportasi di wilayah itu terganggu.
MEULABOH - Ruas jalan di lintasan Meulaboh-Calang via Cot Seulamat di kawasan Desa Pinem, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, sejak Minggu hingga Senin (26-27/8) diblokir warga dengan menggunakan aneka jenis kayu yang dibentangkan di badan jalan. Akibatnya, ruas jalan padat lalu-lintas itu terganggu karena badan jalan menyempit dengan akibat pemasangan blokade.

Amatan Serambi, sepanjang Senin kemarin siang di lokasi blokade jalan, terlihat pengguna jalan bersepeda motor maupun kendaraan roda empat, enam dan kendaraan berbadan lebar yang mengangkut muatan barang, sangat kesulitan melintasinya.

Bahkan sejumlah kendaraan terpaksa melambatkan laju kendaraannya karena pepohonan yang dipasang itu sangat mengganggu arus lalu-lintas. Apalagi, pemasangan potongan pohon kayu dan pohon kelapa, serta aneka pepohonan itu nyaris menutupi seluruh badan jalan, dan hanya menyisakan badan jalan beberapa meter saja.

Selain itu, badan jalan di wilayah itu juga sulit dilintasi karena dipenuhi lumpur dan berlubang, sehingga untuk bisa melintasnya membutuhkan waktu hingga 10-15 menit lamanya. “Blokade yang dipasang oleh warga dan pemuda di lintasan Meulaboh-Calang ini karena badan jalan ini tak kunjung diaspal,” kata Keuchik Pinem, Sudirman menjawab Serambi, kemarin.

Menurutnya, pemasangan blokade jalan di wilayah itu sebelumnya juga sudah dilaporkan kepada Camat Samatiga, Jufri, sebagai bentuk koordinasi. Namun pimpinan kecamatan setempat tak bisa mengambil sikap karena persoalan itu merupakan aspirasi masyarakat setempat yang tak tahan dengan kerusakan badan jalan yang dipenuhi debu.

Keuchik Sudirman juga menjelaskan, tuntutan warga kepada Pemkab Aceh Barat yang meminta badan jalan itu segera diaspal karena telah digunakan sebagai jalur alternatif pasca tsunami sejak tahun 2005 lalu itu hingga kini tak dipenuhi. Sehingga warga beramai-ramai melakukan blokade sebagai bentuk protes akibat badan jalan antar kecamatan dan kabupaten itu tak kunjung diperbaiki.

Bahkan, warga juga mengancam akan menutup secara total ruas jalan tersebut, sehingga ruas jalan itu tak bisa dilintasi lagi oleh pengguna jalan. “Kami serius dengan tuntutan ini, karena jika tak ditanggapi, maka jalannya terpaksa ditutup warga,” tegas Keuchik Sudirman.(edi)

Dikerjakan Februari 2013
SECARA terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Aceh Barat, Marhaban yang dikonfirmasi Serambi, kemarin sore mengaku persoalan pembangunan ruas jalan alternatif di lintasan Meulaboh-Banda Aceh via Cot Seulamat yang menghubungkan antara Cot Darat, Pinem, hingga ke Kuala Bubon itu sebetulnya sudah disetujui oleh pemerintah pusat untuk dikerjakan.

Kata Marhaban, berdasarkan usulan yang dilakukan oleh Pemkab Aceh Barat kepada pemerintah pusat beberapa waktu lalu, pemerintah telah menyetujui dana sebesar Rp 11 miliar guna melakukan pembangunan badan jalan alternatif itu sepanjang sekitar 8 kilometer dan akan dikerjakan pada tahun 2013 mendatang.

Marhaban juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan segera membuka blokade jalan yang dipasang di jalur padat pengguna jalan itu, karena dikhawatirkan mengganggu arus transportasi di wilayah itu. Mengingat jalur yang diblokade, merupakan badan jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk kelancaran arus transportasi dan aktivitas masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu risau, ruas jalan ini akan dibangun pada Februari 2013 mendatang. Karena dananya sudah ada dan sudah disetujui pemerintah untuk dikerjakan,” kata Kadis BMCK Aceh Barat Marhaban.(edi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved