22 Siswi SMK Teumamong
Sedikitnya 22 siswi di dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sigli dan Langsa, Senin (1/10), sekira pukul 08.15 WIB, teumamong
Dari 22 pelajar dimaksud, 20 di antaranya merupakan siswi SMK Negeri 1 Sigli. Sementara dua lainnya merupakan siswi SMK Negeri 3 Langsa. Akibat gangguan ruh halus tersebut, proses belajar-mengajar di kedua sekolah tersebut terpaksa diliburkan.
Kesurupan siswi di SMK Negeri 1 Sigli berawal saat seluruh siswa di sana tengah hidmat mengikuti upacara Kesaktian Pancasila Tiba-tiba, seorang siswi di dalam barisan menjerit-jerit. Dalam hitungan menit, ruh halus juga masuk ke beberapa siswi lainnya.
Tak pelak, suasana memperingati Hari Kesaktian Pancasila terganggu. Siswi yang teumamong itu meronta-ronta. Melihat itu, pelajar lainnya bubar. Salah seorang siswi yang kerasukan makhluk halus tersebut harus dipegang oleh tujuh siswi lainnnya, agar tidak lari keluar. Bahkan, siswi yang teumamong itu harus digotong kawannya ke dalam ruangan untuk disembuhkan.
Seorang personel polisi berbaju preman berusaha membantu siswi yang kesurupan tersebut. Dewan guru meminta siswi maupun siswa pulang ke rumah masing-masing, untuk menghindari banyaknya siswi keserupan. Kemudian, satu-persatu pihak keluarga menjemput anaknya yang mengalami kesurupan tersebut.
Sejak September, sudah tiga kali siswa di sekolah itu mengalami kesurupan. Sebagian siswa yang teumamong menunjuk lokasi yang dibangun gedung belajar baru telah mengganggu wilayah privasi para jin.
“Siswi yang kemasukan sering menyebutkan ‘Kalian sudah mengganggu tempat ku,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK 1 Sigli, Muhammad Taufik, kepada Prohaba, kemarin. “Ini kan dugaaan saja. Siapa tahu di lokasi pembangunan ruang itu ada penghuninya,” kata dia.
Sementara pada SMK Negeri 3 Langsa, dua siswi yang teumamong berasal dari kelas XII jurusan busana. Mereka kerasukan makhluk halus saat jam istrirahat sekolah. Setelah mendapat pengobatan orang pintar, dua siswi ini kembali sadar dan langsung dikembalikan kepada orang tuanya.
Ketika jam istirahat sekira pukul 11.00 WIB, kedua siswi tersebut masih duduk-duduk di dalam ruang kelas bersama teman-temannya. Tiba-tiba, kedua siswi tersebut kejang-kejang.
Kondisi tersebut membuat panik siswi lainnya yang berhamburan ke luar ruang kelas. Kemudian, kedua siswi kesurupan menjerit-jerit histeris dan berlari menuju halaman sekolah.
Sejumlah guru dibantu teman-temannya yang lain langsung mengejar kedua siswi tersebut. Selanjutnya dibawa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), untuk proses penyembuhan, dibantu orang pintar yang didatangkan dari daerah sekitar.(naz/c42)