KAI

Pandangan Islam tentang Menjaga Lingkungan Hidup

Sebagaimana disebut-sebut para pakar, banjir besar yang selalu melanda sebagian besar wilayah kita adalah karena kesalahan kita sendiri

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb.
Ustadz Pengasuh.
Sebagaimana disebut-sebut para pakar, banjir besar yang selalu melanda sebagian besar wilayah kita adalah karena kesalahan kita sendiri, yaitu menebang kayu-kayan di hutan, tidak menjaga kelestarian lingkungan, atau tidak menjaga lingkungan hidup.

Dalam kesempatan ini saya ingin menanyakan bagaimanakah pandangan Islam tentang lingkungan hidup dan apakah ada anjuran untuk melestarikannya. Demikian, atas kesediaan ustadz menjawabnya saya ucapkan terima kasih.

Fathun
Kutacane, Aceh Tenggara

Jawaban:
Yth. Sdr. Fathun,
Waalaikumussalam wr wb.
Pertanyaan saudara sungguh amat menarik dan tepat sekali waktunya, di mana kita di Aceh, Jakarta, Bandung, Sulawesi dan tempat lain sedang dilanda banjir. Islam memang menyuruh kita untuk menjaga lingkungan dan juga meminta untuk terus kita lestrikan keseimbangaannya.

Sejak penciptaan alam semesta, Allah swt telah memberlakukan sunatullah bagi ciptaanNya sehingga senantiasa dalam keteraturan dan keseimbangan atau dikenal dengan “hukum alam”. Secara alamiah, alam akan memperbaiki dirinya sendiri bila terjadi ketidakseimbangan/ketidakteraturan akibat adanya kerusakan oleh alam itu sendiri dan manusia.

Tuntunan Islam tentang keseimbangan alam sangatlah jelas sebagaimana firman Allah swt: “Allah menjadikan tujuh langit, kamu sama sekali tidak melihat sesuatu yang tidak seimbang/serasi di dalam ciptaan Allah Yang Maha Rahman. Lihatlah berulang kali dengan teliti, adakah kamu temui sesuatu yang tidak seimbang/serasi” (QS. Al-Mulk: 3).

Petikan ayat di atas menjelaskan bahwa alam semesta yang diciptakan Allah dalam keadaan seimbang dan serasi. Kemudian, firman dalam ayat lain: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah (Adam dari golongan manusia) di muka bumi... Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada malaikat...” (QS. Al-Baqarah: 30 dan 31).  

Dengan dasar itulah manusia diberikan Allah kemampuan menundukkan alam dan membangun konsep-konsep ilmiah dari yang bersifat abstrak hingga yang konkret yang menjadi dasar bagi perkembangan Iptek. Tunduknya alam di bawah kewenangan manusia dengan izin Allah, tidaklah serta merta memposisikan manusia sebagai penakluk dan alam sebagai yang ditaklukan. Tetapi kewenangan yang diberikan Sang Khalik adalah kewenangan untuk memanfaatkan maksud dan tujuan penciptaan alam tersebut.

Kelestarian dan keseimbangan alam ini harus menjadi tolok ukur dalam pembangunan dan agama menjadi pedomannya. Konsep keseimbangan yang difirmankan Allah swt, merupakan kunci dari segala keserasian/keteraturan alam. Hukum Fisika, Kimia dan Biologi yang dinyatakan sebagai temuan pakar Iptek, yang telah mengubah peradaban manusia pada dasarnya bermula dari konsep keseimbangan Ilahi.

Allah mencipta dan menjadikan alam ini untuk kemaslahatan manusia, untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat baik jumlah maupun jenisnya. Ini sudah dapat dipastikan membutuhkan sumber daya alam yang tidak sedikit. Tetapi pemanfatannya haruskan dengan penuh kearifan dan perlu ada usaha memperbaikinya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help