Kamis, 28 Mei 2015
KAI

Pandangan Islam tentang Menjaga Lingkungan Hidup

Jumat, 11 Januari 2013 14:52

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb.
Ustadz Pengasuh.
Sebagaimana disebut-sebut para pakar, banjir besar yang selalu melanda sebagian besar wilayah kita adalah karena kesalahan kita sendiri, yaitu menebang kayu-kayan di hutan, tidak menjaga kelestarian lingkungan, atau tidak menjaga lingkungan hidup.

Dalam kesempatan ini saya ingin menanyakan bagaimanakah pandangan Islam tentang lingkungan hidup dan apakah ada anjuran untuk melestarikannya. Demikian, atas kesediaan ustadz menjawabnya saya ucapkan terima kasih.

Fathun
Kutacane, Aceh Tenggara

Jawaban:
Yth. Sdr. Fathun,
Waalaikumussalam wr wb.
Pertanyaan saudara sungguh amat menarik dan tepat sekali waktunya, di mana kita di Aceh, Jakarta, Bandung, Sulawesi dan tempat lain sedang dilanda banjir. Islam memang menyuruh kita untuk menjaga lingkungan dan juga meminta untuk terus kita lestrikan keseimbangaannya.

Sejak penciptaan alam semesta, Allah swt telah memberlakukan sunatullah bagi ciptaanNya sehingga senantiasa dalam keteraturan dan keseimbangan atau dikenal dengan “hukum alam”. Secara alamiah, alam akan memperbaiki dirinya sendiri bila terjadi ketidakseimbangan/ketidakteraturan akibat adanya kerusakan oleh alam itu sendiri dan manusia.

Tuntunan Islam tentang keseimbangan alam sangatlah jelas sebagaimana firman Allah swt: “Allah menjadikan tujuh langit, kamu sama sekali tidak melihat sesuatu yang tidak seimbang/serasi di dalam ciptaan Allah Yang Maha Rahman. Lihatlah berulang kali dengan teliti, adakah kamu temui sesuatu yang tidak seimbang/serasi” (QS. Al-Mulk: 3).

Petikan ayat di atas menjelaskan bahwa alam semesta yang diciptakan Allah dalam keadaan seimbang dan serasi. Kemudian, firman dalam ayat lain: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah (Adam dari golongan manusia) di muka bumi... Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada malaikat...” (QS. Al-Baqarah: 30 dan 31).  

Halaman123
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas