Rabu, 10 Juni 2026

Abrasi Pasi Aron Semakin Mengkhawatirkan

Abrasi pantai Pasi Aron, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, dalam satu tahun terakhir semakin ganas, sehingga menimbulkan

Tayang:
Editor: bakri
* Tambak dan Pemukiman Warga Terancam

MEUREUDU - Abrasi pantai Pasi Aron, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, dalam satu tahun terakhir semakin ganas, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Bukan hanya pemukiman penduduk yang telah terancam, tapi areal tambak warga juga semakin dekat dengan bibir pantai.

“Dampak abrasi dalam satahun terakhir telah menyebabkan pemukiman warga di empat Gampong Cot, Munje, Jurong Teungoh, Jurong Ara menjadi terancam terutama kebun dan tambak,” sebut Panglima Laot Lhok Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, Khalidin Sulaiman kepada Serambi Minggu (7/4).

Ia mengatakan, terjangan ombak besar pascabencana alam tsunami akhir 2004 lalu juga membuat bibir pantai semakin dekat. Katanya, pada musim pasang purnama tahun lalu hempasan ombak besar telah mengikis kebun kelapa dan tanaman lain, tambak serta pemukiman penduduk di empat gampong yakni Gampong Cot, Munje, Jurong Teungoh, dan Jurong Ara.

Dijelaskan, untuk lahan tambak, sedikitnya empat hektare telah diterjang masing-masing milik Abdul Gani, Saidi, Mohammad Syam, Kasim Puteh, Angkasah, Do Hasan, dan Nasir Hasballah serta Abdullah. Selanjutnya, kata Khalidin, untuk lahan kebun disepanjang bibir pantai 1,2 Km kini batang pohon telah tumbang.

Dijelaskan, jika tidak segera dibangun tanggul pengaman pantai tidak tertutup kemungkinan puluhan rumah masyarakat nelayan akan menjadi sasaran terjangan ombak laut. “Kami meminta agar pemerintah untuk segera turun tangan menyikapi permasalahan ini berupa segera membangun batu penahan ombak demi kenyamanan aset masyarakat,”ujarnya.(c42)

Telah Diusulkan
Kepala Dinas Pekkerjaan Umum (PU) Pidie Jaya, Ir Hanief Ibrahim ME secara terpisah kepada Serambi, Minggu (7/4) mengatakan, menyangkut dengan ancaman abrasi di sepanjang bibir pantai Pasi Aron Kecamatan Jangka Buya, telah diusulkan pembangunan batu penahan ombak untuk menyelamatkan kebuh, tambak dan pemukiman penduduk setempat.

“Karena biayanya cukup besar, kami telah mengusulkan paket pembangunan batu penahan ombak itu ke provinsi dan berharap dalam tahun ini dapat terealisasi,”ungkapnya.(c43)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved