Kebun Warga Amblas ke Sungai
Puluhan meter kebun di Desa Lueng Baro, Desa Merbo Lama, dan Desa Merbo Jurong Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara
LHOKSUKON - Puluhan meter kebun di Desa Lueng Baro, Desa Merbo Lama, dan Desa Merbo Jurong Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara amblas ke sungai, menyusul kian mengganasnya erosi sungai tersebut sejak sepekan terakhir. Bangunan pompanisasi di Desa Lueng Baro juga terancam ambruk karena jarak dengan tebing sungai tinggal satu meter lagi.
Keadaan ini membuat warga yang tinggal di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Krueng Keureutoe, mulai khawatir. Apalagi jarak rumah warga di kawasan itu hanya tinggal 10 meter. “Warga khawatir jika bangunan pompanisasi itu ambruk ke sungai, sebab selama ini warga memanfatkan pompanisasi itu untuk mengaliri air ke puluhan hektare sawah di Desa Lueng Baro,” kata Muhammad Rizal (25), pemuda Desa Lueng Baro kepada Serambi kemarin.
Menurut dia, erosi yang mengikis kebun warga ini sudah berlangsung lama. Tapi sebelumnya tidak separah yang terjadi dalam sepekan terakhir ini. “Kami berharap pihak dinas terkait bisa segera mencari solusi, agar bangunan pompanisasi itu tidak ikut ambruk ke sungai,” katanya.
Apalagi kata Rizal, warga di kawasan Lueng Baro sekarang sedang turun ke sawah, jika mesin itu ambruk ke sungai puluhan hektare sawah di kawasan itu akan mengalami kekeringan. “Akibat kejadian tersebut warga kini mengalami kerugian, akibat kebun mereka sudah amblas ke sungai,” katanya.
Ditambahkan, selain di tiga desa tersebut, dua desa tetangga di kawasan itu, Desa Keureto dan Tanjong Dama juga mulai terkikis erosi. Namun, kondisinya belum separah. Tapi bukan tidak mungkin kondisinya juga akan sama dengan Lueng baro jika tak segera dicari solusi dari sekarang,” katanya.(c37/c46)
Ditangani Bertahap
KITA sudah menerima informasi tentang erosi sungai di Kecamatan Lapang. Tahun 2010, kita pernah membangun bronjong Desa Lueng Baro, Kecamatan Lapang. Bahkan, mesin pompa kita pindah agak jauh dari pinggir sungai. Jadi, karena keterbatasan anggaran, akan kita tangani secara bertahap. Kita lihat dulu, erosi paling parah dimana, maka di daerah itu akan kita bangun bronjong. Sehingga, erosi tidak meluas untuk sementara waktu. Solusi jangka panjang, kita tunggu selesai pembangunan waduk Krueng Keureuto, sebagai tempat penampungan air sungai.
* Mawardi, Kadis Sumber Daya Air Aceh Utara.(c46)