Rabu, 10 Juni 2026

Kapolres Nagan Tarik Puluhan Senpi Anggotanya

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo sepanjang Senin (22/4) kemarin menarik puluhan

Tayang:
Editor: bakri
* Hindari Cekcok dengan TNI

SUKA MAKMUE - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo sepanjang Senin (22/4) kemarin menarik puluhan pucuk senjata api (senpi) jenis pistol dan senjata laras panjang dari sejumlah personel polisi di wilayah itu.

Penarikan senpi itu guna menghindari meluasnya cekcok antara polisi dengan aparat TNI sebagai ekses bentrokan yang terjadi Sabtu (20/4) lalu. Kasus yang bermula dari peristiwa terserempet sepeda motor di Kecamatan Beutong itu telah menyebabkan seorang warga sipil terkena pemukulan.

“Penarikan senpi yang kita lakukan ini untuk memastikan bahwa kasus ini benar-benar sudah kita selesaikan, sekaligus untuk menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif,” kata Kapolres Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo kepada Serambi, kemarin sore.

Menurutnya, momen penarikan senpi dari para polisi muda itu sekaligus dimanfaatkan untuk mengevaluasi secara menyeluruh penggunaan senpi di kalangan personelnya. “Saya juga ingin memastikan bahwa penggunaan senpi oleh anggota Polri tepat sasaran dan hanya digunakan saat menjalankan tugas atau karena situasi terdesak sesuai dengan aturan yang berlaku di institusi kepolisian,” terangnya.

Sedangkan senpi di tangan polisi senior, menurut Kapolres, tetap dipertahankan, karena mereka dinilai lebih layak dan stabil kondisi psikisnya untuk memegang senjata saat menjalankan tugas di lapangan.

Kapolres Gunawan juga menyatakan, tindakan anggotanya, Briptu Hen yang memperlihatkan senpi kepada seorang anggota TNI ketika percekcokan terjadi, itu jelas salah dan merupakan pelanggaran yang harus ditindak tegas sesuai dengan aturan yang ada.

Ia juga menjelaskan, sebetulnya ketika insiden awal terjadi, Briptu Hen yang berboncengan dengan rekannya yang warga sipil bernama Rahmat itu baru saja pulang patroli rutin terkait adanya indikasi illegal logging yang terjadi di kawasan hutan Beutong, Nagan Raya.

Namun, dalam perjalanan, anggotanya ini terlibat cekcok dengan anggota TNI akibat salah paham di jalan raya sehingga memperlihatkan senjata apinya. Hal itu diketahui oleh seniornya berinisial Bripka S dan langsung melerai pertengkaran mulut itu. Ia menyuruh anggota polisi itu untuk bersalam-salaman dengan aparat TNI bersangkutan sebagai tanda bahwa masalah ini sudah selesai.

Kapolres Gunawan juga memastikan bahwa Briptu Hen sampai saat ini masih diperiksa dan diamankan di Mapolres Nagan Raya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahkan senpi yang ada di tangannya sudah ditarik untuk memudahkan proses pemeriksaan. Sebelumnya, Kapolres sudah melakukan pertemuan dengan Dandim 0116 Nagan Raya, Danrem 012 Teuku Umar, serta sejumlah pihak dan bersama-sama menyatakan bahwa perkara ini sudah diselesaikan, termasuk dengan keluarga korban pemukulan dalam peristiwa itu.

“Intinya masalah ini sudah selesai. Kita harap tak ada lagi persoalan di kemudian hari,” pungkas Kapolres Nagan Raya AKBP Gunawan Eko Susilo SIK.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rahmat Kurniawan (25), warga Desa Simpang Peuet, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, menjadi korban pemukulan serombongan oknum TNI setelah sebelumnya antara oknum TNI dan polisi terlibat cekcok akibat kasus serempet kendaraan di jalan raya.

Informasi yang dihimpun Serambi, kasus itu berawal Sabtu (20/4) sore sekitar pukul 17.30 WIB di lintasan Jeuram-Simpang Peut, kawasan Desa Kulu, Kecamatan Seunagan. Waktu itu, Rahmat berboncengan sepeda motor dengan rekannya, anggota Polri berpangkat Briptu berinisial Hen yang bertugas di Polres Nagan Raya. Rahmat dan Hen sedang dalam perjalanan ke arah Meulaboh. Bersama mereka juga ada seorang anggota Polri lainnya yang juga mengendarai sepmor dan melaju bergandengan.

Di belakang mereka, ada sebuah sepmor lain yang dikemudikan seorang laki-laki membonceng pesangannya. Merasa jalannya agak terganggu dengan dua sepmor yang bergandengan di depan, akhirnya pengendara dari arah belakang itu menegur Hen dan Rahmat. Diduga tak terima dengan teguran itu, terjadilah percekcokan, bahkan Hen sempat mengeluarkan pistol. Tetapi akhirnya antara mereka saling salam-salaman setelah mengetahui mereka sama-sama aparat, yaitu TNI dan Polri. (edi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved