Rabu, 10 Juni 2026

Pengungsi Rohingya Gagal Kabur

Sepuluh dari 74 pengungsi Rohingya, Myanmar kabur dari lokasi penampungan Panti Sosial kawasan Ladong, Aceh Besar, Selasa (30/4)

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Pengungsi Rohingya Gagal Kabur
SERAMBI/M ANSHAR
Imigran Rohingya yang diamankan di Kantor Imigrasi, Banda Aceh bermain catur untuk mengisi waktu, Rabu (1/5/2013). Sebanyak 10 dari 74 imigran Rohingya tersebut berhasil ditangkap setelah melarikan diri dari tempat penampungan di UPT Dinas Sosial Rumoh Sejahtera di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (30/4/2013) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
BANDA ACEH - Sepuluh dari 74 pengungsi Rohingya, Myanmar kabur dari lokasi penampungan Panti Sosial kawasan Ladong, Aceh Besar, Selasa (30/4) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Namun, mereka berhasil ditangkap polisi dalam waktu berbeda, kemudian diamankan di ruang karantina Kantor Imigrasi Banda Aceh.

Pelaksana tugas Kepala Kantor Imigrasi (Plt Kakanim) Banda Aceh, Erzan Effendi SH mengatakan ke-10 orang yang sudah hampir sebulan di Panti Sosial ini melarikan diri dengan cara memanjat tembok. Kemudian pada pagi hari itu lima orang ditangkap petugas dan tiga orang ditangkap pada sore harinya.

“Keesokannya atau tadi baru berhasil ditangkap dua lagi. Ya, mungkin mereka lari karena suntuk. Padahal dari segi makanan dan pengobatan sangat bagus ditanggulangi pihak International Organization for Migration (IOM), setiap sore mereka juga bisa main voli,” kata Erzan menjawab wartawan di Kanim Banda Aceh, kemarin.

Didampingi Kasi Perizinan Kanim Banda Aceh, Noviezaldi Syafril, Erzan menyebutkan ke-10 orang ini kini diamankan di ruang Karantina Kanim Banda Aceh sambil menunggu pemindahan tahap pertama bersama enam lagi pengungsi Rohingya yang kini menetap di panti sosial kawasan Ladong, Aceh Besar ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (5/4) nanti.

“Saat pemindahan mereka ke Rudenim Pusat Tanjung Pinang, mereka akan dikawal enam polisi dan enam pegawai Imigrasi,” jelas Erzan.

Amatan Serambi, sebagian pengungsi ini tampak tertidur di ruang karantina Kanim Banda Aceh. Sebagian lainnya menghabiskan waktu dengan bermain catur. Seusai makan siang nasi bungkus yang diserahkan petugas Kanim Banda Aceh, mereka shalat Zuhur. Mereka juga bersedia ketika diwawancara wartawan, namun kesulitan karena tak bisa berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Seperti diberitakan sebelumnya, ke-74 muslim Rohingya ini terdampar di Pulo Aceh, Aceh Besar, Minggu (7/4), kemudian keesokannya semua dipindahkan ke tempat penampungan di Ladong. Mereka terdiri dari 64 pria dewasa, lima perempuan, dan lima anak-anak.(sal/dik)

Pemindahan 16 Lainnya Menyusul
KAKANWIL Kemenkumham Aceh, Dr Yatiman Edy mengatakan Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI sudah memberikan izin untuk memindahkan 32 dari 74 pengungsi Rohingya yang kini di penampungan kawasan Ladong, namun 16 orang lagi akan diberangkatkan tahap kedua beberapa bulan lagi ke Rudenim Pusat di Tanjung Pinang, Kepri.

“Bahkan kalau bisa secepatnya karena di Aceh belum ada Rudenim. Karena itu, kami juga akan mengusulkan ke Menkumham RI pembangunan Rudenim di Banda Aceh berhubung sering terdamparnya pengungsi Rohingya dan nelayan tradisional luar negeri ke Aceh,” kata Yatiman kemarin.

Adapun sisa lainnya akan dipindahkan ke Rudenim provinsi lain yang menenuhi kapasitas. Sedangkan 121 “manusia perahu” Myanmar yang terdampar di perairan Muara Batu, Aceh Utara, 26 Februari 2013, semuanya sudah dipindahkan secara bertahap ke Rudenim Manado, Sulawesi Utara, Rudenim Surabaya, Jawa Timur, Rudenim Bali, dan Rudenim Pontianak.(sal/dik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved