Selasa, 9 Juni 2026

Cuaca Buruk Harga Cabai Turun

Cuaca buruk memengaruhi pergerakan harga cabai merah di Kabupaten Gayo Lues (Galus)

Tayang:
Editor: hasyim
BLANGKEJEREN - Cuaca buruk memengaruhi pergerakan harga cabai merah di Kabupaten Gayo Lues (Galus). Pekan ini, harga jual cabai merah berkisar Rp 17.000 hingga Rp 18.000/Kilogram, atau turun dari harga sebelumnya yakni Rp 25.000/Kilogram.

Sementara harga cabai rawit yang sebelumnya Rp 25.000/Kg, turun menjadi Rp 15.000/Kg. Harga itu telah bertahan sejak beberapa hari terakhir, di sejumlah pasar tradisional dalam Kabupaten Gayo Lues.

“Cuaca buruk menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga cabai menurun,” kata Zulfan, seorang pedagang penampung di Blangkejeren kepada Serambi, Jumat (10/5).

Dia mengatakan, faktor lainnya adalah, pergerakan harga cabai di pasar sentral Medan. Para pedagang mengaku tidak berani memprediksi arah pergerakan harga cabai dalam cuaca yang buruk ini. Sebab, bisa saja harga naik atau malah makin anjlok. Sehingga pedagang pun enggan mengambil risiko.

“Para pedagang penampung hasil bumi tetap bergantung pada  perputaran harga di Sumatera Utara. Meskipun cabai merah asal Blangkejeren sebagian besar dikirim ke Banda Aceh maupun ke wilayah Aceh lainnya,” sebutnya.

Menurut pegadang penampung lainnya, cabai yang dikumpulkan dari petani di daerah itu, hanya sebagian kecil yang dikirim ke kabupaten lain di Aceh, seperti ke Aceh barat Daya (Abdya), Bireuen, dan Banda Aceh.

Tetapi, dalam jumlah besar, cabai asal Blangkejeren tetap dikirim ke Medan, Sumatera Utara. Meskipun ongkos kirim dari Blangkejeren ke Banda Aceh dan Abdya hanya Rp 200/Kg, sedangkan ongkos kirim ke Medan Rp 100/Kg, tetapi para pedagang penampung kebanyakan memilih mengirim cabai itu ke Medan. Padahal, diakui harga cabai jauh lebih mahal di Aceh ketimbang di Medan.(c40)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved