Bahu Jalan USAID Ambruk
Bahu jalan nasional lintas Banda Aceh-Calang yang sering disebut jalan USAID di KM 142, Desa Sayeung, Kecamatan Setia Bakti
CALANG – Bahu jalan nasional lintas Banda Aceh-Calang yang sering disebut jalan USAID di KM 142, Desa Sayeung, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya ambruk akibat abrasi laut yang kian menganas.
Abrasi mulai mengikis bahu jalan itu sejak Jumat (10/5) sore. Pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 06.00 WIB pengikisan telah menyebabkan sepanjang 20 meter badan jalan amblas. Kondisi itu mengancam putusnya badan jalan yang bisa memacetkan lintas pantai Barat-Selatan-Aceh.
Kendati belum berpengaruh terhadap pengguna jalan lintas Calang-Banda Aceh karena setengah badan sebelah kanan dari Calang ke Banda Aceh masih bisa digunakan, namun jika pengikisan terus berlanjut dipastikan jalan itu akan terputus.
Saat ini di sekitar lokasi telah dipasang police-line oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum Aceh Jaya agar pengguna jalan tidak melintas arah ke laut, sebab dikhawatirkan akan terperosok ke bibir jalan yang semakin digerus oleh gelombang laut.
“Abrasi itu mulai terjadi sejak Jumat (10/5) sore, karena tingginya gelombang laut diperkirakat 2 hingga 3 meter dalam beberapa hari terakhir ini, dan pada Sabtu (11/5) membuat sisi badan jalan USAID telah ikut dikikis oleh gelombang tersebut. Kita berharap pemerintah segara melakukan penanganan, supaya badan jalan tersebut tidak terputus nantinya,” kata H Dini, Keuchik Sayeung, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya kepada Serambi, Sabtu (11/5).(c45)
Segera Ditangani
KABID Bina Marga Dinas PU Aceh Jaya, Andris Wandi, yang dikonfirmasi Serambi, mengatakan, untuk menghindari jalan USAID itu terputus akibat dikikis oleh gelombang laut di Desa Sayeung, pihaknya segera melakukan penanggulangan dengan meletakkan sejumlah batu gajah di sisi badan jalan yang ambruk. Sehingga gelombang laut tidak akan bisa mengikisnya lagi.
“Kita telah turunkan alat berat dan mengangkut batu gajah untuk penanganan sisi badan jalan USAID yang saat ini terus dikikis oleh gelombang laut. Pengerjaan jalan tersebut akan usai dalam dua hari ke depan, sehingga nantinya tidak akan terjadi pengikisan lagi setelah dilakukan penyusunan batu-batu gajah di sisi badan jalan dan pinggir pantai,” ujar Andris Wandi.(c45)