Jalan Amblas Hanya Ditinjau
Jalan amblas sepanjang 15 meter lebih yang telah memutuskan jalur transportasi dari Blangkejeren, Gayo Lues (Galus) ke
BLANGKEJEREN - Jalan amblas sepanjang 15 meter lebih yang telah memutuskan jalur transportasi dari Blangkejeren, Gayo Lues (Galus) ke Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) masih dalam tahap peninjauan. Bupati Galus, Ibnu Hasim yang merasa kesal dengan lambannya perbaikan, meminta Pemprov Aceh mendirikan UPTD Bina Marga di Blangkejeren.
Jalan provinsi dari Blangkejeren ke Blangpidie putus total sejak akhir pekan lalu, seperti dilaporkan warga Terangun, Jamaluddin kepada Serambi, Selasa (14/5/2013) siang. Badan jalan amblas terparah terdapat di kawasan Kelele, Kampung Terlis Kecamatan Terangun sepanjang 15 meter lebih, sehingga tidak ada lagi kendaraan yang bisa melintas sampai Kamis (16/5) sore, seperti dilaporkan Danramil Terangun, Lettu Darno, kemarin.
Kepala Dinas Bina Marga Aceh, melalui petugas lapangan, Zul Azmi kepada Serambi melalui telepon selular pada Rabu (15/5/2013) menyatakan pihaknya hanya bisa meninjau lokasi jalan amblas. Dia mengungkapkan, timnya yang berjumlah beberapa orang harus mengendarai sepeda motor untuk melihat kerusakan jalan tersebut.
Ironisnya, dia kembali menyebutkan, hanya tim peninjau yang bisa menerobos menuju lokasi jalan amblas dan tidak ada alat berat untuk memperbaiknya. “Seluruh jenis kendaraan belum bisa melintasi jalan yang telah terputus akibat amblas,” ujarnya. Zul berjanji, akan tetap mencari solusi, agar kendaraan dapat melihat melalui penanganan darurat.
Zul menambahkan, tim yang diterjunkan ke Terlis, Kecamatan Terangun melakukan survei terlebih dahulu, khususnya tingkat kerusakan jalan, sehingga tidak ada alat berat. “Belum ada ada alat berat yang dikerahkan untuk menangani badan jalan amblas di Terlis, karena baru sebatas survei,” ujarnya.
Sebelumnya, Kabid Pemeliharaan Jalan Provinsi, Mawardi, saat dihubungi Serambi pada Selasa (14/5/2013) mengaku sudah menurunkan tim dari provinsi ke lokasi badan jalan yang amblas di kawasan Terlis, lintasan Galus-Abdya. “Saya masih menunggu photo yang akan dikirim oleh anggota yang diturunkan ke lokasi, karena penanganan jalan itu harus ditimbun untuk sementara,” katanya.
Sementara itu, Pemprov Aceh bersama Pemkab Galus akan berupaya memindahkan kantor UPTD Dinas Bina Marga Aceh yang selama ini berada di Aceh Tenggara ke Kabupaten Gayo Lues. “Saya akan sampaikan kepada Pemerintah Aceh, baik Gubernur maupun Kadis Bina Marga Aceh, agar kantor UPTD di Agara dipindahkan saja ke Blangkejeren,” kata Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekda Aceh, Ir Nurman Daud Shamad, didampingi Bupati Galus Ibnu Hasim, Rabu (15/5).
Menurut Norman, ruas jalan provinsi yang berada di dua kabupaten itu rawan longsor dan banjir serta amblas, terutama di Galus. Apalagi, sebutnya, jarak tempuh dari Kutacane ke Blangkejeren jauh, sehingga kantor UPTD yang ada selama ini di Agara tidak memberikan manfaat untuk wilayah Galus ketika terjadi banjir dan longsor.
“Diupayakan kantor UPTD Bina Marga Aceh itu akan dipindahkan Blangkejeren dan saya akan menemui Kadis Bina Marga nantinya,” demikian Karo Administrasi Pembangunan Sekda Aceh itu di Blangkejeren, Galus.(c40)