Kenaikan BBM
Wartawan Tertembak Saat Liput Demo BBM
DEMO menentang kenaikan harga BBM berdarah-darah, bahkan dua wartawan dilaporkan tertembak saat meliput aksi
Dua wartawan yang terkena tembakan saat meliput aksi demo kemarin masing-masing Roby Kereley, wartawan sekaligus fotografer Harian Mata Publik, Ternate, Maluku Utara dan seorang lainnya wartawan Trans 7, Nugroho Kusumawan (34).
Roby Kereley terkena tembakan di paha kiri saat polisi dan pedemo terlibat bentrok. Polisi yang merasa dilempari pedemo, membalas dengan tembakan gas air mata. Polisi juga menembakkan peluru karet ke arah pedemo. Korban pun berjatuhan akibat tembakan tersebut. Polisi dilempari mahasiswa karena menghalangi unjuk rasa di kantor wali kota. Karena dilempari, polisi pun membubarkan pedemo dengan cara menembaki gas air mata. Bentrokan tak terelakkan.
Sementara itu mengenai kasus tertembaknya Wartawan Trans 7, Nugroho Kusumawan, Polda Jambi telah menahan Briptu D yang diduga melepaskan tembakan gas air mata mengenai wartawan Trans 7 tersebut. Waktu itu Nugroho alias Anton sedang meliput aksi demo di Kantor DPRD Provinsi Jambi.
Menurut pengakuan korban, penembakan gas air mata dalam unjuk rasa mahasiswa di halaman Gedung DPRD Provinsi Jambi tidak didahului aba-aba dari pimpinan pengamanan aksi. Penembakan ini diduga merupakan kesengajaan aparat untuk membubarkan aksi.
Peluru gas air mata yang keluar hanya 4 atau 5 detik saat aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat Polresta Jambi. Sebelum mengeluarkan gas air mata, peluru tertancap pada pelipis kanan Anton. Anton langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi.
Anton menduga penembakan tersebut memang langsung ditujukan kepada dirinya. Namun, dia tidak mengetahui persis siapa yang menembakkannya. “Tembakan dari arah kanan saya,” tuturnya.
Tim dokter menyerahkan peluru gas air mata tersebut kepada wartawan yang menunggui proses operasi Anton sekitar pukul 13.15. “Ini menjadi barang bukti yang kuat bahwa aparat telah mengeluarkan tembakan,” ujar Nanang, salah seorang wartawan.
Terkait insiden itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto menyatakan, Anton tidak terkena peluru, melainkan pecahan tabung gas air mata. Menurutnya, penembakan gas air mata ditujukan untuk menghentikan massa bertindak anarkistis.
“Namun, di tengah massa ternyata ada salah satu rekan media, saudara Anton dari Trans 7,” terang Agus.
Dari Jambi dilaporkan, pihak Propam Polda Jambi telah mengamankan Briptu D, anggota Sabhara Polresta Jambi yang diduga lalai hingga peristiwa itu terjadi. “Kelalaiannya terjadi saat Briptu D memegang senjata gas air mata dan terjadi dorong-dorongan hingga tertekan arah senjatanya ke depan,” kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah kepada wartawan di Mapolda Jambi, Senin.(tribunnews/sar/nas)