Rabu, 10 Juni 2026

Longsor

Longsor di Beutong Ateuh Bertambah Empat Titik

Longsor yang terjadi sejak Selasa (18/6) di lintasan Jeuram-Takengon, tepatnya di kawasan Pegunungan Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan

Tayang:
Editor: bakri

* Arus Transportasi Masih Terganggu

SUKA MAKMUE - Longsor yang terjadi sejak Selasa (18/6) di lintasan Jeuram-Takengon, tepatnya di kawasan Pegunungan Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, kondisinya makin parah, karena Rabu (19/6) kemarin bertambah lagi empat titik longsor di lokasi berbeda. Akibatnya, kendaraan yang melintas di kawasan itu masih terganggu.

Kendala utamanya berupa onggokan bebatuan dan tanah di atas badan jalan yang luruh dari tebing gunung sepanjang 10 hingga 20 meter. Kondisi ini makin menyulitkan kendaraan roda empat dan roda enam melintas, termasuk pengguna sepeda motor.

Titik longsor terbaru itu, sebagaimana disebutkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, tersebar di sepanjang jalan menuju puncak Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong. Setiap titik tertimbun oleh tanah dan batu gunung. Sedangkan longsor yang terjadi Jumat (14/6) lalu di Km 4, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalng, Nagan Raya, masih belum teratasi hingga kemarin siang. Pasalnya, alat berat yang kabarnya diangkut menuju lokasi, belum tiba di tempat, karena lebih dulu dilibatkan membersihkan jalan yang ditutupi longsor di sekitar puncak Gunung Singgah Mata.

“Pengguna jalan dan mobil serta truk yang melintas di kilometer 4 di Beutong Ateuh masih terjebak longsor. Kalaupun mau melintas, harus dibantu dorong oleh warga,” kata Raja Mukmin, Imum Mukim Beutong Ateuh yang dihubungi Serambi, Rabu sore, via ponselnya.

Di tengah-tengah musibah yang dialami pengguna jalan yang terjebak longsor itu, sopir mobil yang melintas mengeluhkan jumlah pungutan yang diminta warga seusai membantu pengemudi mendorong kendaraannya melintasi lokasi longsor.

Besaran biaya yang diminta sekelompok warga atas jasa mereka mendorong mobil atau truk berkisar Rp 100 ribu-Rp 150 ribu/unit. Sedangkan bagi pengangkut sayuran Rp 50 ribu/sepeda motor.

“Sebetulnya kami ikhlas dengan biaya yang kami keluarkan atas jasa warga yang sudah membantu dorong. Namun, kalau uang yang diminta mencapai Rp 150 ribu/mobil, tentulah memberatkan. Kami ini sudah musibah, maunya jangan lagilah dibebani dengan biaya sebesar itu,” kata sejumlah sopir kepada Serambi kemarin. Mereka tak mau namanya dipublikasi.

Imum Mukim Beutong Ateuh Banggalng, Raja Mukmin yang ditanyai kemarin membenarkan adanya kutipan oleh warga yang membantu dorong kendaraan antara Rp 100 ribu-Rp 150 ribu/mobil.

Menurutnya, tarif yang lumayan tinggi itu sudah dia larang kutip karena memberatkan. “Namun imbauan ini tak ditanggapi,” ujar Raja.

Menurutnya, longsor di wilayah itu sampai sekarang belum diketahui kapan bisa teratasi, karena alat berat yang kabarnya diangkut ke lokasi dari Dinas Bina Marga Provinsi Aceh belum tiba. “Akibatnya, pengguna jalan dari arah Jeuram, Nagan Raya dan Takengon, Aceh Tengah, masih kesulitan melintas,” ujarnya.

Ia tambahkan, sebetulnya di Beutong Ateuh Banggalang saat ini masih tersedia sebuah beko milik Pemkab Nagan Raya. Akan tetapi, alat berat ini belum bisa difungsikan karena tak ada minyak solar.

Warga di wilayah ini sudah berupaya mencari solar dengan harapan bisa menghidupkan mesin beko tersebut. Namun, hingga sore kemarin hal itu masih belum bisa tertangani. “Masyarakat berharap longsor ini segera diatasi, sehingga lalu lintas lancar kembali,” harap Raja Mukmin.  

Kepala BPBD Nagan Raya, Ir Ardi Martha yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, alat berat yang diangkut Dinas Bina Marga Provinsi Aceh itu sedianya sudah tiba di Beutong Ateuh Banggalang untuk membersihkan material longsor yang terjadi sejak pekan lalu.

Akan tetapi, karena titik longsor bertambah empat lagi di jalan menuju puncak Gunung Singgah Mata, sehingga alat berat itu dimanfaatkan lebih dulu di kawasan puncak Singgah Mata.  “Setelah titik longsor terbaru ini tertangani, baru ditangani titik longsor yang lokasinya lebih jauh,” ujarnya. (edi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved