Sabtu, 11 April 2026

Opini

Menuju Ramadhan

RAMADHAN tahun ini kembali menyapa dan bersua dengan kita. Tanpa terasa sepertinya baru saja setahun

Editor: bakri

Oleh Rahmat Fadhil

RAMADHAN tahun ini kembali menyapa dan bersua dengan kita. Tanpa terasa sepertinya baru saja setahun yang lalu kita menikmati Ramadhan, kini kita berjumpa lagi dengan bulan penuh berkah dan kemuliaan. Sungguh beruntung kita diberikan kesehatan, kekuatan, keimanan dan umur panjang sehingga Ramadhan kali ini insya Allah akan segera bersua kembali. Tentu sangatlah merugi bila bulan penuh berkah ini kita tidak bisa atau tidak mau mengambil kebaikan sebanyak-banyaknya.

Rasulullah saw telah mengingatkan kita dalam satu hadisnya: “Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, di mana Allah mewajibkan kamu berpuasa, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu setan-setan. Di dalam Ramadhan terdapat malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikan Ramadhan, sungguh ia tidak akan mendapatkan itu buat selama-lamanya.” (HR. Ahmad, Nasa’i dan Baihaqy).

Oleh karena itu, sudah sepatutnya memang kita memiliki persiapan-persiapan yang produktif dalam menyongsong dan melaksanakan ibadah Ramadhan tahun ini. Sehingga kita berharap dapat menjadikan Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

 Memperbanyak doa
Adapun persiapan yang penting kita lakukan antara lain: Pertama, memperbanyak doa. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah saw sejak dua bulan sebelum Ramadhan adalah “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmidzi dan Ad-Darimi). Kita mohon kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dan diberi kemudahan serta umur panjang untuk menjalankan ibadah sepanjang bulan itu;

Kedua, Bergembira dan menunjukkan kegembiraan. Sebagai orang yang beriman tentu kita senantiasa merasa gembira dan bahagia dengan rahmat yang Allah anugerahkan melalui Ramadhan yang sangat berharga. “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknyadengan itu mereka bergembira. Karunia Allah danrahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus 58).

Oleh karenanya,janganlah sampai masalah dan beban hidup apapun dapat menghilangkan kebahagian dalam diri kita, karena kegembiraan jiwa sesungguhnya dapat memotivasi dan mendorong kita untuk semangat beramal dalam kebaikan;

Ketiga, membaca ulang referensi puasa. Kita perlu membuka kembali bahan bacaan kita, walaupun sesungguhnya sudah berpengalaman beberapa kali berpuasa. Tetapi tidaklah salah bila kita mendalami lagi lebih baik segala hal yang berkaitan dengan Ramadhan. Mulai dari keutamaannya, amalan-amalan mulia, adab berpuasa, sunnah-sunnah yang sebaiknya kita kerjakan, bahkan sampai hal-hal yang berkaitan dengan iktikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Keempat, memperbanyak membaca Alquran. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran, sehingga kita bertekad sungguh-sungguh untuk menjaga hari-hari kita di isi dengan bacaan Quran. Dan salah satu tekad yang paling utama adalah berkomitmen untuk dapat mengkhatamkan Alquran paling minimal satu kali sepanjang Ramadhan tahun ini. Karena yang perlu kita yakini bahwa kalaulah di bulan Ramadhan saja kita tidak dapat mengkhatamkan Alquran satu kali, maka jangan harap kita dapat mengkhatamkannya dalam satu bulan di bulan-bulan lainnya;

Kelima, memperbanyak istighfar. Selama hayat masih di kandung badan, sudah semestinya setiap waktu dan kesempatan kita ber-istighfar memohon ampun kepada Allah swt atas dosa-dosa yang kita lakukan, termasuk saat-saat penting sekarang ini dalam persiapan serta mengisi hari-hari kita di bulan Ramadhan. Sehingga kapan pun ajal menjemput kita, maka dalam keadaan pengharapan dan permohonan ampunan selalu mengalir dari lisan kita. Karena sesungguhnya kematian tidak memanggil orang yang tua, tetapi kematian selalu memanggil siapa yang telah tiba masanya, tidak kira muda ataupun tua, termasuk kita.

Keenam, menyiapkan keuangan untuk infaq, sedekah dan zakat. Kedermawanan sosial Islam (Islamic social philanthropy) adalah sifat murah hati dan mudah memberi sepanjang waktu, dalam keadaan mampu maupun berkecukupan. “Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

“Perumpamaan nafkah orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang dia kehendaki dan Allah maha luas karunia-Nya lagi maha mengetahui.”(QS. Al-Baqarah 261).

Ketujuh, membersihkan rumah dan lingkungan. Kebiasaan positif masyarakat kita di Aceh adalah saat menyambut Ramadhan selalu dimobilisasi untuk membersihkan masjid, meunasah, lingkungan dan rumah masing-masing dalam menyambut Ramadhan. Ini adalah kebiasan yang baik, sehingga segala aktifitas ibadah akan lebih menambah kekhusukan dan kenyaman dengan lingkungan yang bersih dan asri;

Kedelapan, membuat perencanaan program selama Ramadhan. Sebelum memasuki Ramadhan, marilah kita membuat sejumlah agenda, agar waktu sepanjang Ramadhan tidak berlalu sia-sia. Di antara programnya adalah tadarusan, terawih, mendengarkan ceramah, menghafal Alquran, menyantunianakyatimdan lain sebagainya. Ingatlah pepatah Arab pernah mengatakan: “Barang siapa gagal berencana, maka sesungguhnya dia telah merencanakan kegagagalannya.”;

Memotivasi keluarga
Kesembilan, mengondisikan keluarga dan anak-anak. Keluarga dan anak-anak perlu dibuat pengondisian dalam menyongsong dan mengisi hari-hari di bulan Ramadhan. Yang usia anak-anak mulailah dilatih berpuasa setengah hari, sampai kemudian pada masanya nanti, seiring dengan pertambahan umurnya, dia dapat berpuasa sepenuhnya seperti kita. Mari kita menjaga dan memotivasi keluarga kita masing-masing, dan;

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved