Kereta Api Aceh Stop Beroperasi

Kereta Api (KA) Aceh yang beroperasi mulai 1 Desember 2013 dengan rute Krueng Mene-Krueng Geukueh, Aceh Utara (11,3 Km) berhenti

Kereta Api Aceh Stop Beroperasi
Kereta Api Aceh, yang selama ini beroperasi diujicoba dengan jalur Krueng Geukueh-Krueng Mane, sekarang kereta tersebut dalam sebulan terkahir terlihat tidak beroperasi dan telah dimasukan ke dalam gudang di kawasan, Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Senin (11/8/2014). Sebelumnya kereta ini pernah beroperasi awal Desember 2013 guna menstabilkan rel dan gerbong kereta api. SERAMBI/ZAKI MUBARAK

LHOKSEUMAWE - Kereta Api (KA) Aceh yang beroperasi mulai 1 Desember 2013 dengan rute Krueng Mene-Krueng Geukueh, Aceh Utara (11,3 Km) berhenti beroperasi sejak tiga pekan lalu. Ekesnya, KA berkapasitas 440 penumpang itu sekarang disimpan di Stasiun Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

“Operasional KA kita hentikan sementara atas berbagai pertimbangan. Kapan kita operasikan kembali, harus dimusyawarahkan dulu dengan pemerintah daerah,” jelas Manajer Humas PT KAI Divre Sumatera Utara dan Aceh, Jaka Jakarsih kepada Serambi, kemarin.

Alasan utama kita hentikan sementara operasi KA, sebutnya, karena soal keamanan dimana sudah dua kali terjadi kecelakaan. “Bila KA terus dioperasikan, kita takut kejadian yang sama akan terjadi lagi. Sebab, jalur yang dilalui KA memang sering dilintasi warga, sementara palang pintu belum berfungsi,” ungkapnya.

Di samping itu, lanjut Jaka, kesadaran masyarakat berupa untuk mendahulukan KA melintas masih kurang. Padahal, menurutnya, KA adalah kendaraan yang tak bisa direm (dihentikan) secara mendadak. Karena itu, harusnya warga mau memberikan kesempatan kepada kereta api untuk melintas lebih dulu,” ungkapnya.

Pertimbangan lain, sebut Jaka, selama ini jumlah penumpang sangat minim karena masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi lain. “Jadi persoalan-persolan ini yang harus dimusyawarahkan kembali, sehingga nanti saat kereta api dioperasikan kembali akan lebih banyak manfaat bagi masyarakat,” jelas Jaka.

Ditanya apakah KA Aceh berhenti beroperasi juga akibat tidak dikucurkannya dana operasional oleh pemerintah pada tahun 2014, Jaka mengaku tidak tahu apakah kereta api Aceh ada dana operasional atau tidak karena belum dapat informasi dari bagian komersil PT KAI. “Tapi, sejauh ini yang saya dapat berhentinya operasional KA Aceh akibat faktor keamanan dan jumlah penumpang,” demikian Jaka Jakarsih.

Kamaruzzaman, Warga Krueng Geukueh, menilai kehadiran KA selama ini tak ada manfaatnya bagi masyarakat setempat. “Buktinya, penumpang terus menurun. Jadi, saya rasa lebih baik operasional kereta api Aceh dihentikan saja. Sebab, yang ada hanya menimbulkan kecelakaan dan jarak tempuhnya sangat pendek,” tegasnya.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved