Citizen Reporter
Eiffel Tower, Situs yang tak Terlupakan
BUKAN rahasia lagi kalau Prancis merupakan salah satu negara tujuan wisata karena memiliki peradaban yang tinggi
OLEH ERIZAR MEd, Perserta Academic Recharging for Islamic Higher Education (ARFI) asal Aceh Barat, melaporkan dari Paris
BUKAN rahasia lagi kalau Prancis merupakan salah satu negara tujuan wisata karena memiliki peradaban yang tinggi dan modern. Pada waktu pertama sekali memasuki negara ini saya terkesima melihat bangunan-bangunan dan situs-situs sejarahnya yang masih tampak kokoh berdiri serta tetap dirawat dengan baik.
Meskipun untuk merawat bangunan-bangunan tersebut Pemerintah Prancis mengeluarkan dana yang cukup besar, tapi itu mereka lakukan dengan penuh kesungguhan untuk memelihara unsur klasik dan estetikanya.
Saat ke Prancis saya juga mengunjungi Gembok Cinta (Love Lock) dan tentu saja sebuah menara yang sangat indah, tujuan utama kunjungan saya ke Paris. Menara itu adalah Menara Eiffel (Eiffel Tower).
Tentunya kita masih ingat beberapa film yang berhubungan dengan menara tersebut, seperti Midnight in Paris dan Marriage to the Eifel Tower. Di Indonesia ‘Eifel I am in Love’ juga pernah masuk dalam jajaran top movies. Film tersebut mengisahkan dua insan muda yang jatuh cinta dan mengabadikan cinta mereka di menara tersebut.
Namun, pada kesempatan ini saya tak akan membahas tentang film tersebut, melainakn kepada sejarah berdirinya Eiffel yang menjadi kebanggaan rakyat Prancis.
Menurut beberapa sumber terpecaya, Eiffel didirikan tahun 1889 untuk menyambut Pameran Internasional Prancis sekaligus mengenang terjadinya Revolusi Prancis. Pangeran Wales yang kemudian menjadi Raja Edward VII meresmikan menara tersebut dan membukanya untuk umum. Nama Eiffel diadopsi dari nama arsitek yang mendesain menara tersebut, yakni Gustave Eiffel.
Sebelum menara itu dibangun, lebih dari 700 proposal yang masuk ke tim seleksi mengajukan desain menara. Di antara proposal yang masuk, yang dipilih hanyalah proposal dan desain milik Gustave Eiffel yang konon hanyalah seorang arsitek biasa. Hal itu menimbulkan protes dari arsitek-arsitek terkenal seperti Charles Garnier, Emile Zola, dan lainnya. Namun, raja telah memutuskan bahwa Gustave Eiffel-lah yang menjadi pemenang desain menara tersebut.
Pada tahun 1889, Gustave Eiffel mulai menjadikan puncak dari Menara Eiffel sebagai stasiun pengamatan untuk mengukur kecepatan angin. Dia juga melakukan beberapa eksperimen seperti menjadikan menara tersebut sebagai pusat transmisi radio, termasuk dalam bidang meteorologi. Setelah melakukan sejumlah eksperimen, Gustave juga menguji efek ketahanan menara tersebut terhadap tiupan angin yang kemudian dikenal dengan istilah aerodynamics.
Pada tahun 1889, Menara Eiffel juga tercatat sebagai menara tertinggi di dunia sebelum rekor ketinggiannya dikalahkan oleh Chrysler Building yang dibangun di New York tahun 1930.
Pada tahun 1909, Menara Eiffel hampir saja rubuh karena begitu banyak pihak yang memasang antena di tower itu, baik dari unsur militer maupun sipil yang digunakan untuk berbagai keperluan. Padahal, menara tersebut masih dalam tahap penyelesaian akhir. Bahkan pada waktu penaklukan Prancis oleh Hitler dan tenteranya tahun 1940, menara ini pernah diancam Hitler akan dirobohkan karena sang Gubernur Militer Prancis bernama Jenderal Dietrich von Choltitz menolak mengibarkan bendera Swastika di puncak menara tersebut.
Penolakan itu tentunya berujung pada kemurkaan Hitler yang mengancam akan merobohkan bahkan menghancurkan menara tersebut beserta seluruh bangunan yang ada di Kota Paris.
Namun, ancaman Hitler tersebut tak terealisasi karena dia hanya menguasai Prancis dalam waktu singkat dan akhirnya dikalahkan oleh pihak sekutu. Sejak tahun 1910 sampai sekarang, sejumlah radio dan televisi menggunakan menara tersebut untuk memancarkan frekuensi radio dan siaran berita mereka ke berbagai kawasan. Gambar menara Eiffel bahkan mereka jadikan ikon stasiun mereka.
Dengan structure design yang sangat indah ditambah likur sejarah yang cukup panjang, dari tahap permulaan pembangunan, sampai penyelesaiannya, bahkan diancam akan dirobohkan, tentunya sangatlah wajar kalau Menara Eiffel menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat diminati pelancong. Termasuk Anda mungkin, jika suatu saat berkunjung ke Paris.
[email penulis: eri_zar@yahoo.com]
* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke redaksi@serambinews.com
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |