Diduga Aliran Sesat, Kantor Gafatar Digerebek Warga

Masyarakat Lamgapang, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, bereaksi keras atas kehadiran Gerakan Fajar Nusantara

Diduga Aliran Sesat, Kantor  Gafatar Digerebek Warga
Sejumlah anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh, dibawa ke Meunasah Lamgapang, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (7/1). Mereka diamankan pihak keamanan dan masyarakat setempat, karena diduga kuat terindikasi aliran sesat (Millah Abraham). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Terindikasi Terkait Millata

BANDA ACEH - Masyarakat Lamgapang, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, bereaksi keras atas kehadiran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh. Puluhan warga setempat yang ditemani sejumlah personel dari Polsek Krueng Barona Jaya, Rabu (7/1) menggerebek Kantor Gafatar yang baru sebulan dibuka di Desa Lamgapang, karena stafnya diduga warga menganut dan menyebarkan aliran sesat.

Amatan Serambi, sekira pukul 11.20 kemarin, puluhan warga atas instruksi perangkat desa, berkumpul di meunasah desa setempat. Sebelum mendatangi Kantor Gafatar, warga lebih dulu menggelar rapat di meunasah, kemudian langsung mendatangi Kantor Gafatar. Kedatangan warga adalah untuk memintai keterangan atas kegiatan yang dilakukan Gafatar selama ini.

Sesampai di kantor yang berada di jalan Lamgapang ini, puluhan warga langsung memasuki kantor dua lantai itu dan memeriksa semua barang serta menyuruh anggota organisasi itu untuk menghentikan kegiatan dan keluar dari kantor. Setelah itu, warga memeriksa setiap sudut ruangan kantor dan mengeluarkan semua barang berupa buku, laptop, majalah, dan selebaran. Warga kemudian menemukan beberapa catatan diari anggota yang diyakini baru ditulis.

Amatan Serambi, beberapa catatan yang ditemukan itu bertuliskan, “Menyampaikan visi dan misi Gafatar di Aceh sesuai Millah Abraham, suatu sistem kehidupan sesuai dengan Millah Abraham. Tahapan kita saat ini memasuki fase tiga hijrah, memperkenalkan mesias sebagai guru spiritual, jangan menyanggah tentang Ahmad Musadeq” dan beberapa point lainnya yang diduga warga erat kaitan dengan aliran Millata Abraham.     

Sekdes Lamgapang, Nasrullah, kepada wartawan mengatakan, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan kecurigaan dan informasi yang selama ini berkembang di masyarakat setempat. Atas kecurigaan itu, ia bersama sejumlah warga mencari tahu tentang Gafatar itu di internet. “Awalnya kita tidak tahu, kemudian sebagian warga ada yang mengetahui latar belakang organisasi ini. Mendengar hal itu, kita tidak langsung ambil tindakan, tapi mempelajari terlebih dulu. Kita baru mengambil tindakan hari ini, setelah kita yakini dan menduga kuat organisasi ini juga membawa aliran yang kita curigai seperti Millata Abraham,” ujarnya.

Nasrullah menjelaskan, dari temuan warga berupa buku, semuanya mengarah kepada aliran Millah Abraham, yaitu aliran sesat yang sempat menyebar di Aceh beberapa waktu lalu.

Ia sebutkan, organisasi itu memang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan selama ini, tapi setelah penemuan kemarin dan informasi yang diperoleh warga, hal itu hanya menjadi modus. “Mungkin mereka ingin menyebarkan aliran ini lagi, tapi kita tidak bisa pastikan dulu, biar nanti diperiksa saja sama pihak berwajib. Yang penting kita sudah cegah hari ini, sesuai dengan permintaan warga,” ungkap Nasrullah.   

Sementara itu, Kapolsek Krueng Barona Jaya, AKP Asyhari Hendri menyebutkan, keinginan warga untuk melakukan penggerebekan itu sudah dilapor kepada pihak muspika. Pihaknya mengaku, hanya ingin mengawal demi menghindari keributan dan kemarahan massa terhadap anggota Gafatar tersebut. “Kita di sini hanya mengawal saja supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selebihnya kita kembalikan kepada masyarakat, terutama perangkat desa dan akan kita proses ke tingkat yang lebih tinggi nantinya,” kata AKP Asyhari Hendri.

Sementara itu, 15 anggota beserta Ketua Gafatar Aceh dibawa ke meunasah setempat untuk dimintai keterangan oleh perangkat desa. Setelah itu, mereka langsung dibawa ke Poltabes Banda Aceh. (sb)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved