Selasa, 12 Mei 2026

Droe Keu Droe

Opsi Tegas untuk Myanmar

KINI kita kedatangan lagi tamu istimewa, warga etnis Rohingya yang teraniaya dan terusir dari negara

Tayang:
Editor: bakri

KINI kita kedatangan lagi tamu istimewa, warga etnis Rohingya yang teraniaya dan terusir dari negara Myanmar. Mereka tidak pandai berpolitik, miskin sumber daya manusia dan sumber daya alam. Ini adalah persoalan yang sangat menyulitkan kita semua, karena menyangkut hubungan antar-bangsa, problem internasional dan etika kemanusiaan. Meskipun demikian kita patut curahkan pikiran untuk mengatasi persoalan ini.

Opsi lokalisasi penduduk etnis Rohingya atau hidup berbaur dengan orang Aceh, saya pikir tidak akan menyelesaikan masalah, karena akan terjadi perpindahan penduduk Rohingya dalam skala besar. Selain itu juga akan menghapuskan legislasi status kependudukan etnis Rohingya di Myanmar. Tapi mengajak duek pakat atau menggelar konferensi internasional membicarakan persoalan ini adalah efektif untuk dilakukan, dan Aceh akan bertindak sebagai fasilitator.

Selain itu kita perlu mendesak Myanmar untuk menyelesaikan persoalan ini, karena di tangan merekalah masalah akan terselesaikan. Mendesak Myanmar bisa dilakukan dengan cara kerja sama ASEAN, memberikan sanksi tegas kepada Myanmar, memutuskan hubungan bilateral dan mengeluarkannya dari keanggotaan ASEAN.

Para mahasiswa, Ormas dan Pegiat HAM di Aceh harus menggalang kekuatan untuk melakukan usaha di atas, membuat konferensi internasional dan melakukan unjuk rasa. Sejujurnya persoalan ini perlu langkah tegas dan praktis, karena kalau hanya memberikan tempat tinggal sementara, lalu memulangkan kembali mereka ke Myanmar, tanpa kepastian, tahun selanjutnya mereka akan terdampar lagi.

Saya pikir, saat ini Aceh telah menjadi tuan rumah untuk melakukan agenda ini, kita perlu berkontribusi langsung kepada dunia. Jangan hanya bersikap apatis dan menunggu uluran tangan internasional saja, seperti selama ini terjadi. Persoalan ini adalah jangka panjang. Jika saja kita mampu menyelesaikan persoalan ini, maka ke depan Aceh akan berwarna lebih cerah lagi di mata internasional. Semoga pemerintah Aceh mengambil sikap tegas dan futuristik.

Syamsul Bahri, M.A.
Akademisi UIN Ar-Raniry. Email: syamsulbahri167@ymail.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved