Rabu, 3 Juni 2026

Gubernur: Percepat Proyek Geothermal

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah meminta Bank Pembangunan Jerman (Kfw) untuk mempercepat pembangunan proyek

Tayang:
Editor: bakri
GUBERNUR Aceh, dr H Zaini Abdullah bersalaman dengan Penanggung Jawab Proyek Energi Geothermal KFW Jerman, Christopher Twerenbold sebelum melakukan pertemuan membahas proyek Geothermal Seulawah Agam, Aceh Besar di Ruang Rapat Kantor Gubernur Aceh, Selasa (23/6) pagi. 

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah meminta Bank Pembangunan Jerman (Kfw) untuk mempercepat pembangunan proyek Geothermal di Seulawah Agam, Aceh Besar. Sebab, menurut Zaini, pengembangan sumber energi itu sangat penting dalam meningkatkan kapasitas energi berkelanjutan di Aceh. Jika proyek geothermal itu bisa berjalan dengan baik, Gubernur memastikan akan menjadi pioneer bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

“Pemanfaatan geothermal sebagai energi alternatif pembangkit listrik sangat diperlukan di Aceh. Sebab, listrik di Aceh sampai sekarang masih disuplai dari Medan,” ungkap Gubernur Zaini dalam pertemuan dengan Perwakilan Manajemen Kfw, Christopher Twerenbold dan Jochen Saleth di Ruang Rapat Kantor Gubernur Aceh, Selasa (23/6) pagi.

Menurut Gubernur, masih kurangnya sumber daya energi listrik merupakan salah satu kendala investasi di Aceh. Dengan terpenuhinya energi listrik, Doto Zaini berharap jumlah investor yang mau menanamkan modalnya di Aceh akan terus meningkat. Jika hal itu terjadi jelas akan mendukung tumbuhnya perekonomian daerah yang akhirnya dapat membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kadistamben Aceh, Said Ikhsan menambahkan, Pemerintah Jerman sudah menyediakan dana untuk eksplorasi panas bumi di kawasan Seulawah. Dikatakan, pihak Pertamina dan PDPA akan membangun pembangkit listrik panas bumi (PLTP) secara bersama di lokasi tersebut.

“Saat ini, kita sudah menyelesaikan blue print dan masalah Shareholder agreement (SHA) juga sudah ada kesepakatan dengan Pertamina. Draft final SHA ini segera kita kirim ke Kfw untuk mendapat ‘no objection’ dari mereka,” jelas Said Ikhsan. Setelah itu, tambahnya, SHA akan diteken oleh Pertamina dan Dirut PDPA.

Komisi III DPRA memberi dukungan penuh memberi dukungan penuh kepada Pemerintah Aceh dan Kfw Jerman untuk segera merealisasikan proyek geothermal Seulawah Agam. “Dengan kehadiran proyek itu, mudah-mudahan dapat mengatasi krisis listrik yang selama ini terjadi di Aceh,” kata Anggota Komisi III DPRA, Abdurrahman.

Sementara itu, Penanggung Jawab Proyek Energi Geothermal Kfw, Christopher Twerenbold mengatakan, Pemerintah Jerman sangat mendukung pengembangan energi berkelanjutan di Seulawah Agam.

“Ini merupakan proyek pertama di Indonesia. Jika proyek geothermal ini berhasil, maka Aceh akan menjadi pioneer dalam pengembangan energi geothermal,” ungkap Christopher.(jal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved