PDA Kembali Ubah Nama

Partai Damai Aceh kembali merubah nama berserta simbol partai agar bisa berpatisipasi dalam Pemilihan legislatif

PDA Kembali Ubah Nama
Pengurus Partai Damai Aceh (PDA) mengikuti rapat kerja pimpinan (Rakerpim) ke III di Aula Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh, Sabtu (16/1/2016). SERAMBI/MASRIZAL 

* Agar Bisa Ikut Pileg 2019

BANDA ACEH - Partai Damai Aceh kembali merubah nama berserta simbol partai agar bisa berpatisipasi dalam Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Perubahan tersebut dilakukan karena pada Pileg 2014 partai tersebut tidak berhasil memperoleh suara maksimal sehingga tidak bisa lagi bertarung pada Pileg mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PDA, Tgk Muhibbusabri bin Abu Wahab usai membuka acara Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) keIII di Aula Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh. Kegiatan yang diikuti seluruh Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PDA se Aceh ini berlangsung pada Sabtu-Minggu (16-17/ % Agar Bisa Ikut Pileg 2019 1).

Turut hadir Ketua Dewan Mustasyar, Tgk H Husaini (Waled Seulimum), Wakil Ketua DPP, Tgk Rajuan, dan Sekjen DPP, Tgk Khaidir Rizal Djamal. “Hal yang pertama kita lakukan adalah membentuk partai baru, pokoknya (pada Pileg 2019) ke depan serba baru. Kita sudah melakukan rapat konsolidasi sebanyak enam kali untuk persiapan ini (perubahan nama partai) dan ini yang terbesar. Rencana ini sudah matang dan tinggal kami bawa dalam rapat (Rakerpim) nanti,” katanya kepada wartawan.

Dia mengatakan, semua pengurus partai itu sudah sepakat akan memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan pemerintah untuk bisa kembali bertarung pada Pileg 2019. Dia mengatakan, perubahan kali ini merupakan perubahan kedua etelah perubahan sebelumnya ari Partai Daulat Aceh menjadi Partai Damai Aceh. Pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah nama partai dan akan diputuskan dalam Rakerpim tersebut. Dari sejumlah ama baruyang muncul di antaranya, Partai Dunia Akhirat, Partai Daerah Aceh, dan Partai Demokrasi Aceh. “Pokoknya namanya masih dekatdekat dengan nama awal,” ujar anggota DPRA ini.

Sementara terkait pengurus, Muhibbusabri mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengandalkan susunan pengurus lama. Menurutnya, hingga saat ini pengurus partai tersebut masih solid di seluruh Aceh. Kita akan memperkuat kembali konsolidasi di internal partai, karena dibeberapa darerah kita menjadi pengusung kepala daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Muhibbusabri juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menentukanarah dukungan untuk akal calon gubernur Aceh pada Pilkada 2017. Dia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan osok yang cocok untuk didukung. Kendati demikian, pihaknya tetap akan memutuskan dalam Rakerpim terkait arah dukungan.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved