HAkA Dorong Bener Meriah Bentuk KEE

Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang merupakan kawasan hutan diwacanakan dapat menjadi solusi konflik

HAkA Dorong Bener Meriah Bentuk KEE

* Atasi Konflik Gajah dengan Manusia

BANDA ACEH - Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang merupakan kawasan hutan diwacanakan dapat menjadi solusi konflik antara gajah dengan manusia. Sebab, KEE merupakan hutan dengan pemanfaatannya yang lebih ditata, diatur dan dikelola agar kawasan tersebut lebih dispesialkan. Sehingga Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) mendorong Pemkab Bener Meriah dapat membentuk KEE.

Hal itu disampaikan Sekretaris HAkA, Badrul Irfan, Selasa (28/2) di Banda Aceh. Menurutnya, berdasarkan data dari Conflic Respon Unit (CRU) Bener Meriah, dalam kurun waktu April 2016 hingga Februari 2017, konflik gajah dan manusia di Bener Meriah mencapai 92 kasus. Artinya setiap bulan, minimal terjadi 7 kasus konflik gajah dan manusia.

Maka, lanjut Badrul, untuk meminimalisir kasus tersebut, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah untuk membentuk Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Sebab dengan KEE, pengelolaannya lebih ditata, diatur dan dikelola agar pemanfaatan kawasan tersebut bisa lebih dispesialkan. Sehingga akan mengurangi potensi konflik.

“Misalnya kawasan itu didorong untuk ditanam tanaman yang tidak disukai oleh gajah. Ini diyakini dapat menurunkan potensi konflik gajah dan manusia di kawasan tersebut,” ujar Badrul. Dia menambahkan, Pemkab Bener Meriah bisa menetapkan KEE di wilayah Jalung Satu, Jalung Dua, dan Sayeung. Sebab tiga daerah itu rawan konflik.

Sementara Asisten II Pemkab Bener Meriah, Abdul Muis dalam rilis yang dikirim HAkA mengatakan, pemerintah siap mendukung terhadap KEE di Bener Meriah, khususnya di tiga wilayah konflik tersebut.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help