Wisatawan Mulai Balik dari Sabang

Arus balik wisatawan dari Sabang ke Banda Aceh melalui Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Jumat (30/6) mulai

Wisatawan Mulai Balik dari Sabang
Ratusan calon penumpang antrean di loket kapal cepat untuk mendapatkan tiket pemberangkatan. Jumlah penumpang yang menyeberang dari Sabang ke Ulee Lheu, pada arus balik Jumat (30/6) kemarin meningkat dari hari sebumnya. 

SABANG - Arus balik wisatawan dari Sabang ke Banda Aceh melalui Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Jumat (30/6) mulai ramai. Tingginya jumlah penumpang yang akan menyeberang tersebut sehubungan dengan berakhirnya liburan Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah.

Amatan Serambi, sejak pukul 06.30 WIB Jumat (30/6) kemarin ribuan calon penumpang yang akan menyeberang ke Ulee Lheue, Banda Aceh, sudah memadati Pelabuhan Penyeberangan Balohan. Para calon penumpang yang akan berangkat melalui kapal cepat dan kapal lambat pada pagi itu tidak bisa langsung berangkat, mereka harus antrean panjang di loket untuk mendapatkan tiket pemberangkatan.

Bahkan, sejumlah penumpang kapal cepat yang sudah mengantongi tiket juga harus tertunda pemberangkatannya. Hal ini dibenarkan Kasubag TU UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Agustiar, yang mengatakan ratusan penumpang kapal cepat yang tertunda pemberangkatan karena kapal cepat KM Express bahari 8B yang mereka tumpangi pada pemberangkatan trip pertama pukul 07.30 WIB sudah melebihi kapasitas.

Menurut Agustiar, meskipun ada penumpang yang tertunda pemberangkatannya, namun sejauh ini belum ada penumpang yang tertinggal di Pelabuhan Balohan. Semua penumpang habis terangkut dengan kapal cepat yang berlayar hingga 8 trip dari Sabang ke Banda Aceh dan sebaliknya ditambah kapal cepat yang berlayar tiga trip.

Begitupun, kata Agustiar, sebanyak 70-an sepeda dan 20-an mobil masih tertahan di pelabuhan. Sepeda motor dan mobil yang tertahan itu rata-rata sudah antrean di Pelabuhan Balohan sekitar dua hari dua malam. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah sehubungan dengan banyaknya wisatawan yang kembali ke kampung halaman setelah menikmati liburan di Sabang.

Masih banyaknya jumlah mobil dan sepeda motor yang tertahan di pelabuhan itu, disebabkan karena minimnya ketersediaan kapal kapal lambat yang melayani Sabang-Banda Aceh. Dua unit kapal roro KMP Simeulue dan KMP Papuyu yang dikerahkan untuk mengangkut penumpang dan kenderaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri tahun ini tidak maksimal. KMP Simeulue hanya mampu mengangkut kenderaan roda empat sebanyak 17 unit dan kenderaan roda dua 55 unit, sementara KMP Papuyu mengakut mobil sebanyak 7 unit dan sepeda motor 30 unit.

Menurut Agustiar, peningkatan jumlah penumpang pada arus balik itu bukan hanya terjadi di Pelabuhan Balohan, namun hal ini juga terjadi di Pelabuhan Ulee lheue, Banda Aceh. Ini terlihat dari banyaknya jumlah penumpang kapal cepat dan kapal lambat yang turun di Pelabuhan Balohan pada pagi dan sore kemarin. “Jumat dan Sabtu merupakan puncak arus mudik. Penumpang kapal baru akan normal kembali Senin (3/7),”katanya.(az)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved