Warga Indrapuri Keluhkan Raskin Busuk
Jamaluddin M Ali (53), warga Desa Mesale, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, mengeluhkan beras
BANDA ACEH - Jamaluddin M Ali (53), warga Desa Mesale, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, mengeluhkan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) yang diterimanya dan warga lain dalam kondisi busuk, dan tak layak konsumsi. Beras dari Bulog tersebut diterima warga setempat dua hari lalu dengan harga tebus Rp 26.000 per 15 kilogram tiap kepala keluarga.
Hal itu disampaikan Jamaluddin ketika mendatangi Kantor Serambi Indonesia di Banda Aceh, Kamis (20/7). “Beras raskin yang diterima semua warga sama seperti itu kondisinya. Tidak ada yang bagus,” ujarnya.
Menurutnya, ini merupakan kali ketiga warga setempat menerima beras miskin tak layak konsumsi. Pertama, kata Jamaluddin, beras yang diterima bercampur dedak dan berbau. Pada pembagian kedua, raskin tersebut bercampur padi, dedak, dan juga berbau.
“Yang ketiga kali ini, beras yang kita terima juga bercampur dedak dan berbau, sama sekali gak bisa dikonsumsi. Apabila kualitas beras yang dibagikan seperti itu, lebih baik jangan dibagikan. Karena mengecewakan masyarakat,” tandas Jamaluddin.
Sementara Kepala Perum Bulog Divre Aceh, Fatah Yasin, yang dikonfirmasi Serambi, meminta kepada masyarakat agar melaporkannya ke petugas yang membagikan beras raskin tersebut. Selanjutnya petugas yang akan melaporkannya ke Bulog, maka pihaknya akan menarik dan menggantikan beras itu.
Dikatakan, dalam penyaluran raskin Bulog menyerahkannya ke pemkab setempat yang selanjutnya didistribusikan ke warga penerima.
“Saat diterima perlu dicek kualitas berasnya. Apabila ditemukan yang tidak sesuai, maka detik itu juga dikembalikan untuk diganti dengan yang lain. Kita berusaha memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat. Apabila ditemukan yang tidak baik, segera dilaporkan ke petugas untuk kita tarik dan ganti,” demikian Fatah Yasin.(una)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/beras-raskin-dari-bulog_20170721_092546.jpg)