SerambiIndonesia/

Saksi Kunci e-KTP Sempat Tulis Utang Indonesia pada Perusahaannya, Jumlahnya Bikin Geleng-geleng

Pemerintah Indonesia masih berutang pada perusahaannya sebanyak 40,8 juta dollar US untuk pekerjaan tambahan.

Saksi Kunci e-KTP Sempat Tulis Utang Indonesia pada Perusahaannya, Jumlahnya Bikin Geleng-geleng
KOLASE/TRIBUNNEWS.COM/TRIBUN MEDAN.COM
Johannes Marliem 

SERAMBINEWS.COM - Saksi kunci kasus megakorupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP), Johannes Marliem dilaporkan telah tewas di Amerika Serikat, Kamis (10/8/2017).

Johannes merupakan provider produk automated fingerprint indentification system (AFIS) merek L-1 dari PT Biormorf Lone yang akan digunakan dalam proyek e-KTP.

Laporan polisi setempat menyiratkan bahwa Johannes tewas karena bunuh diri disebuah rumah yang dia sewa di perumahan elit Los Angeles seharga US$ 25.000 per bulan.

Kematian Johannes ini membuat kaget para temannya karena sebelumnya ia pernah menyatakan bahwa ia dalam kondisi aman.

Di akun Facebook "Johannes Marliem", 21 Juli lalu, ia seolah ingin mengabarkan kepada rekan dan keluarga bahwa dirinya sehat dan terlindungi.

"Hanya ingin menyapa teman-temanku yang mengkhawatirkan aku," katanya.

Status Johannes Marliem
Status Johannes Marliem ()

Johannes, dalam tulisan yang sama, juga memberikan penjelasan bahwa ia dan perusahaannya tidak menaikkan harga secara tidak masuk akal dalam pengadaan e-KTP.

Kenyataannya, kata Johannes, Pemerintah Indonesia masih berutang pada perusahaannya sebanyak 40,8 juta dollar US atau setara Rp 530 miliar untuk pekerjaan tambahan.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaannya hanya mengurusi pengadaan sistem biometrik dan perangkat lunak komputer terkait identifikasi sidik jari, iris (mata), dan wajah.

Baca: Sebelum Tewas, Seseorang Pernah Antarkan Lamborghini ke Rumah Saksi Kunci e-KTP Johannes Marliem

Halaman
12
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help