Setelah Jadi Pegawai Provinsi, Penghasilan Guru SMA Malah Mengecil, Ini Penyebabnya

Mereka berangan-angan akan mendapatkan tunjangan prestasi kerja (TPK) lebih besar tiap bulannya dari Pemerintah Aceh

Setelah Jadi Pegawai Provinsi, Penghasilan Guru SMA Malah Mengecil, Ini Penyebabnya
LIPUTAN6
Ilustrasi 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Terhitung 1 Januari 2017, seluruh guru SMA sederajat resmi menjadi pegawai Provinsi Aceh, bukan lagi berstatus sebagai pegawai kabupaten/kota.

Sehingga pada awal pengalihan status ini, para guru, khusus berstatus Pegawai Ngeri Sipil (PNS) dan yang belum menerima dana sertifikasi merasa senang.

Mereka berangan-angan akan mendapatkan tunjangan prestasi kerja (TPK) lebih besar tiap bulannya dari Pemerintah Aceh, dari pada TPK yang diperoleh dari pemerintah kabupaten/kota masing-masing.

(Baca: Idul Adha 1438 H, Ini Kisah Rakyat di Rumah Pejabat)

Namun semua harapan tersebut telah pupus. Sudah delapan bulan menjadi pegawai provinsi, khusus bagi guru yang berstatus PNS dan belum menerima dana sertifikasi, hanya mendapatkan penghasilan dari gaji saja. Sedangkan TPK tidak pernah dapat.

Sebagaimana penuturan seorang guru di Lhokseumawe yang enggan disebutkan namanya, Jumat (1/8/2017). Dia seorang guru berstatus PNS yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Saat masih berstatus pegawai di Kota Lhokseumawe, dia berhak mendapatkan TPK sebesar Rp 500 ribu perbulan.

"Tapi sejak awal tahun, sampai sekarang kami tidak mendapatkan TPK lagi karena status sudah menjadi pegawai provinsi. Intinya, gara-gara menjadi pegawai provinsi, penghasilan kami berkurang, bukan malah bertambah," pungkasnya.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help