Rabu, 22 April 2026

Sejarah G30S/PKI - Dua Versi Kematian DN Aidit, Pentolan PKI yang Pernah Ganti Nama

Karena dia sebagai Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) kala ini dianggap dalang dari penculikan dan pembunuh para jenderal.

Editor: Muhammad Hadi
repro
DN Aidit, Ketua PKI saat berpidato di depan massanya. 

SERAMBINEWS.COM - Masyarakat Indonesia dari berbagai kota dan desa sangat antusias menyaktikan film pengkhianatan G30S/PKI.

Ramainya warga dan banyaknya digelar tempat nonton bareng tak terlepas dari seruan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.

Meski ada pihak yang mengkritik seruan jenderal bintang empat ini, tapi banyak juga tokoh dan masyarakat yang mendukungnya.

Ini dibuktikan dengan ramainya masyarakat yang menghadiri nonton bareng dan banyaknya digelar nonton bareng.

Baca: Sejarah G30S/PKI - Sepak Terjang Letkol Untung, Tokoh Kunci Gestapu

Apalagi film legendaris tersebut turut tayang di stasiun TV nasional, yaitu TV One, Jumat (29/9/2017) malam.

Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit menjadi tokoh yang paling diingat publik tiap memasuki bulan September.

Karena dia sebagai Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) kala ini dianggap dalang dari penculikan dan pembunuh para jenderal.

Termasuk kiprah partai yang dipimpinnya serta underbownya terlibat dalam serangkai kekerasan terhadap ulama dan rakyat yang menentang partai PKI.

Lalu siapa DN Aidit yang sempat mengganti nama kecilnya hingga menjadi pentolan PKI.

Baca: VIDEO: Sejarah G30S/PKI – Melihat Lokasi Ade Irma Suryani Ditembak dari Jarak Dekat

Simbol PKI ditampilkan di karnaval HUT RI di Pamekasan, Sabtu (15/8/2015).
Simbol PKI ditampilkan di karnaval HUT RI di Pamekasan, Sabtu (15/8/2015). (kompas.com)

Ia dilahirkan dengan nama Achmad Aidit di Belitung, dan dipanggil "Amat" oleh orang-orang yang akrab dengannya.

Pada masa kecilnya, Aidit mendapatkan pendidikan Belanda.

Ayahnya, Abdullah Aidit, ikut serta memimpin gerakan pemuda di Belitung dalam melawan kekuasaan kolonial Belanda, dan setelah merdeka sempat menjadi anggota DPR (Sementara) mewakili rakyat Belitung.

Keluarga Aidit berasal-usul dari Maninjau, Agam, Sumatera Barat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved