Sejarah G30S/PKI - Dua Versi Kematian DN Aidit, Pentolan PKI yang Pernah Ganti Nama
Karena dia sebagai Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) kala ini dianggap dalang dari penculikan dan pembunuh para jenderal.
Kepadanya diberikan waktu setengah jam sebelum "diberesi".
Waktu setengah jam itu digunakan Aidit untuk membuat pidato yang berapi-api.
Hal ini membangkitkan kemarahan semua tentara yang mendengarnya, sehingga mereka tidak dapat mengendalikan emosi mereka.
Akibatnya, mereka kemudian menembaknya hingga mati.
Versi yang lain mengatakan bahwa ia diledakkan bersama-sama dengan rumah tempat ia ditahan.
Baca: Tahukan Anda Sosok di Balik Penghentian Tayangan Film G30S/PKI?
Betapapun juga, sampai sekarang tidak diketahui di mana jenazahnya dimakamkan.
Selain kematiannya, kelahiran Aidit pun bermacam-macam versi. Beberapa mengatakan Aidit kelahiran Medan, 30 Juli 1923 dengan nama lengkap Dja'far Nawi Aidit.
Keluarga Aidit konon berasal dari Maninjau, Sumatera Barat yang pergi merantau ke Belitung. Namun banyak masyarakat Maninjau tidak pernah mengetahui dan mengakui hal itu.
Nama DN Aidit terus diingat dari generasi ke generasi lewat kiprah PKI yang pernah dibiarkan hidup di zaman Orde Lama.
Baca: Ratusan Warga Lhokseumawe Nobar Film G-30 S/PKI di Warung Kopi Simpang Buloh
Film kebiadaban PKI sempat tak di putar lagi setelah reformasi.
Tapi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo yang melihat situasi dan kondisi bangsa belakang ini, memandang perlu untuk diputar kembali film tersebut.
Rakyat, ormas dan parpol pun ikut menggelar nobar film yang melegenda tersebut.
Tujuanya untuk mengingat sejarah pengkhianatan PKI dalam sejarah kelam republik ini. (wikipedia dan berbagai sumber)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dn-aidit_20170930_133602.jpg)