SerambiIndonesia/

Enam Jet Amerika Serikat Terbang di Udara Korea, Korut Ancam Tembak

"Seluruh dunia harus tahu bahwa Amerika-lah yang pertama-tama memberlakukan perang kepada negara kami," kata Ri, akhir September.'

Enam Jet Amerika Serikat Terbang di Udara Korea, Korut Ancam Tembak
Reuters via Daily Mirror
Dua pesawat pengebom AS, B-1B Lancer, dengan pesawat pengawal, terbang meninggalkan Pangkalan Udara Andersen di Guam, Kamis (31/8/2017). 

SERAMBINEWS.COM, SEOUL –  Enam jet tempur militer Amerika Serikat, termasuk dua pesawat pengebom, terbang di udara SemenanjungKorea sebagai “unjuk kekuatan” pada Selasa (10/10/2017) malam.

Latihan terbang tersebut boleh dikatakan sebuah provokasi terbaru kepada Korea Utara sekalipun sebelumnya pemimping tertinggi negara itu, Kim Jong Un, mengancam akan menembaknya.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Rabu (11/10/2017), melaporkan, enam pesawat militer AS termasuk dua pesawat pengebom supersonik B-1B.

(Baca: Ribuan Tentara Korut Rayakan Uji Coba Senjata Nuklir dan Bom Hidrogen)

Dua pesawat pengebom itu terbang dari Guam untuk tampil dalam sebuah latihan simulasi tembakan misil dari udara ke darat dengan dua jte tempur F-15K, kata Kementerian Pertahanan AS.

Simulasi perang tersebut merupakan sebuah provokasi terbaru di tengah ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Korut.

Pada saat berbicara di New York bulan lalu, Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho mengatakan, Presiden  AS, Donald Trump telah mengumumkan pernyataan perang terhadap Korut.

(Baca: Pemimpin Korut Berdiskusi Dengan Para Jenderal Terkait Serangan Rudal ke Guam )

Ri mengatakan, militer Korut sekarang berhak untuk menembak jatuh pesawat-pesawat pengebom AS meski pesawat tersebut berada di luar wilayah udara Korut.

Ri mengatakan masyarakat internasioal harus memahami bahwa Washington yang pertama kali menyatakan perang.

"Seluruh dunia harus tahu bahwa Amerika-lah yang pertama-tama memberlakukan perang kepada negara kami," kata Ri, akhir September.'

(Baca: Empat Rudal Siap Menghantam Pangkalan Militer AS, Hanya Tunggu Titah Pemimpin Korut )

Sementara itu, pada Mei lalu, para peretas yang diduga berasal dari Korut mencuri sejumlah besar dokumen militer Korsel, termasuk rencana membunuh pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Belum ada tanggapan dari Pyongyang terkait dengan simulasi tempur yang melibatkan enam pesawat militer AS, Selasa (10/10/2017) malam itu.

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help