SerambiIndonesia/

Peminta Sumbangan Sekap Ibu Muda di Lhoksukon

Cut Halimatusakdiah, ibu muda berusia 24 tahun, asal Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara

Peminta Sumbangan Sekap Ibu Muda di Lhoksukon
Net
Ilustrasi 

LHOKSUKON - Cut Halimatusakdiah, ibu muda berusia 24 tahun, asal Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, disekap seorang pria yang meminta sumbangan kepadanya setelah ia dihipnotis pada Rabu (11/10) sekitar pukul 09.30 WIB.

Setelah menyeret dan mengikat korban di dapur, tersangka pelaku mengubrak-abrik seisi kamar korban, sehingga gelang, kalung, dan cincin seberat 7,5 mayam, plus uang tunai Rp 2,5 juta berhasil dibawa kabur pelaku.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Lhoksukon, AKP Teguh Yano Budi kepada Serambi kemarin menyebutkan, korban saat itu sedang membersihkan lantai rumahnya sebagaimana kerap ia lakukan.

Ia sendirian di rumah karena suaminya, Yusfandi (34) yang bekerja jualan nasi sudah pergi ke pasar. Sedangkan dua anaknya pergi ke sekolah di TK dan SD.

Saat korban masuk ke dalam kamar untuk bersih-bersih, ternyata di dalam kamar itu sudah ada seorang pria yang tak dikenalnya. Korban kaget dan bertanya dalam bahasa Aceh kenapa masuk ke kamarnya. Pria itu menjawab bahwa ia hendak meminta sumbangan untuk dayah. Namun, korban mengaku tidak mengetahui nama dayah tersebut.

“Berdasarkan pengakuan korban, si peminta sumbangan tersebut menyerahkan surat sumbangan yang ia bawa, sedangkan korban dia suruh membacanya,” ujar Kapolsek Lhoksukon.

Saat itu, lanjut AKP Teguh, korban mengaku tak sadarkan diri lagi. Selanjutnya, pria itu langsung menyeret korban ke dapur dan mengikatkan kedua tangan korban di meja dapur menggunakan lakban warna hitam.

Pelaku juga melakban mulut korban lalu melanjutkan aksinya dengan membongkar seluruh isi rumah dan kamar korban, serta mencuri harta benda milik korban. “Barang yang hilang emas dalam bentuk gelang, cincin, dan kalung seberat 7,5 mayam dengan taksiran harga Rp 8,5 juta. “Selain itu pelaku juga membawa kabur uang tunai Rp 2,5 juta rupiah,” ujar Kapolsek Lhoksukon.

Pengakuan korban, pelaku saat beraksi memakai kemeja pendek warna hitam, memakai kopiah warna hitam, dengan tinggi kira-kira 170 cm, warna kulitnya sawo matang.

“Seusai mendapat laporan, petugas langsung ke lokasi dan menyelidiki kejadian itu bersama tim identifikasi dan mengamankan barang bukti,” ujar Kapolsek Tanah Jambo Aye.

Sementara itu, Keuchik Meunasah Manyang, Lhoksukon Teungoh, Bustami kepada Serambi menyebutkan, saat itu ia sedang berada di kawasan kios yang tak jauh dari lokasi kejadian. Lalu ia dipanggil ayah korban, Teuku Abdullah. Ia menyebutkan bahwa telah terjadi perampokan di rumah anaknya, sehingga warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung datang ke rumah tersebut.

“Tak lama kemudian datang Kapolsek Lhoksukon, Pak Teguh. Berdasarkan cerita ayah korban, ia mengetahui kejadian itu ketika datang ke rumah anaknya menggunakan becak. Tiba-tiba ia mendengar suara mencurigakan di dalam rumah,” kata keuchik.

Selanjutnya, ia langsung masuk ke dalam rumah dan mendapati anaknya dalam keadaan terikat dengan lakban dan mulut ditutup juga dengan lakban warna hitam.

“Ketika kami sampai di rumah tersebut, lakbannya sudah dibuka. Kondisi rumah tersebut memang sepi karena jarang dilintasi warga, meskipun rumah itu juga berdekatan dengan rumah orang lain,” katanya. Korban tinggal bersama suaminya dan dua anaknya di rumah kayu tersebut. (jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help