Gara-gara Kasus Curanmor Diwarnai Letusan Senpi, Wanita Asal Sumut Dikenakan Wajib Lapor

Dia juga pernah ditahan di Sumatera Utara sekitar tahun 2015 dalam kasus yang sama dan baru bebas sekitar satu tahun lalu.

Gara-gara Kasus Curanmor Diwarnai Letusan Senpi, Wanita Asal Sumut Dikenakan Wajib Lapor
net
Ilustrasi 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, RA pria asal Sumatera Utara yang ditangkap dalam kasus pencurian sepeda motor (sepmor) ternyata seorang residivis.

Dia juga pernah ditahan di Sumatera Utara sekitar tahun 2015 dalam kasus yang sama dan baru bebas sekitar satu tahun lalu.

Kini RA sudah ditahan di sel Mapolres Lhokseumawe untuk proses hukum lanjutan. Sedangkan pacar RA, HW yang awalnya juga sempat diamankan, kini telah dibebaskan.

HW hanya dikenakan wajib lapor.

(Baca: Selama Operasi Sikat Rencong Bandar 2017, Polres Aceh Timur Ciduk Lima Tersangka Curanmor)

"Sementara ini HW belum jadi tersangka. Tapi tetap tidak tertutup kemungkinan ke depan bisa juga menjadi tersangka,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, barusan.

Diberitakan sebelumnya, tim Opsnal Polres Lhokseumawe berhasil menangkap satu pria dan satu wanita asal Sumatera Utara di dua lokasi terpisah, Selasa (17/10/2017).

Keduanya ditangkap dalam kasus pencurian sepeda motor (Sepmor). Bahkan saat proses penangkapan prianya, polisi harus mengeluarkan beberapa kali tembakan ke udara karena berusaha melawan petugas.

(Baca: Curanmor Meningkat Warga Diminta Waspada)

Kedua tersangka tersebut, prianya RA (28) ditangkap di kawasan Lhoksukon, Aceh Utara, dan wanitanya HW (35) ditangkap di kawasan Cunda Lhokseumawe, yakni di lokasi terjadinya pencurian sepmor Honda Vario BK 2806 PA milik Riki Hamdani (29) yang juga asal Sumatera Utara. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved