Azhari Cagee: Referendum bukan Sekedar Wacana

Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Azhari Cagee, menanggapi pernyataan peneliti Wain Advisori Indonesia

Azhari Cagee: Referendum bukan Sekedar Wacana
IST
Azhari Cagee 

BANDA ACEH - Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Azhari Cagee, menanggapi pernyataan peneliti Wain Advisori Indonesia yang menyebutkan referendum hanya sebagai lelucon politik.

Cagee mengatakan, pengamat yang menganggap referendum itu sebagai lelucon, berarti dia tidak paham dengan kondisi Aceh saat ini.

“Apabila kita sepakat dan bersatu, referendum itu bukan hanya sekedar ide dan wacana, tapi bisa kita wujudkan dan menjadi kenyataan,” katanya kepada Serambi, Jumat (27/10).

Diakuinya, untuk mewujudkan referendum di Aceh memang bukanlah perkara mudah. Akan tetapi ia yakin hal itu akan terwujud jika seluruh masyarakat Aceh sadar dengan keadaan Aceh saat ini.

“Apakah kita biarkan UUPA yang belum sepenuhnya dijalankan itu dicabut terus menerus pasal per pasalnya? Apakah kita diam saja melihat ketidakadilan ini. Jika kita sadar dengan ini, kita bersatu, maka sudah pasti kita bisa menggelar referendum,” ucap Cagee.

Sekretaris Fraksi PA di DPRA itu mengatakan, saat ini usia perdamaian di Aceh sudah masuk 12 tahun. Gubernur dan wakil gubernur juga terus berganti, akan tetapi persoalan tak pernah selesai seperti UUPA yang merupakan kompensasi perang di Aceh, namun terus dipreteli pusat.

“UUPA ini belum sepenuhnya dijalankan, malah ada pula pasal yang dicabut. Jika kondisi ini terus terjadi, maka berhak kita memprotes, solusinya adalah referendum,” pungkas Cagee.

Jika kemudian ide atau wacana referndum yang ia sampaikan itu dikatakan mimpi, maka Cagee menantang pengamat untuk memberi solusi lain terhadap polemik UUPA yang sedang terjadi saat ini.

“Beri solusi jangan hanya pandai mengkritik kinerja orang, orang yang cerdas itu bukan yang pandai mengkritik, tapi yang bisa memberi solusi untuk menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Sebelumnya, Peneliti Wain Advisori Indonesia, Muhammad Ridwansyah MH, menilai, apa yang disampaikan Azhari Cagee tentang referendum tak lebih hanya sebagai lelucon politik. Azhari Cagee menyampaikan hal itu dalam pertemuan Tim Pengawas Otonomi Khusus DPR RI, Fadli Zon dengan Pimpinan dan Anggota DPRA, di Gedung Utama DPRA, Senin (23/10).

“Permintaan referendum lebih tepat disebut lelucon politik. Itu hanya dongeng pengantar tidur saja. Menurut hemat kami, ini canda yang konyol,” kata Muhammad Ridwansyah MH, Kamis (26/10).(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved