Masjid Raya, Magnet Baru Wisata Aceh
MASJID Raya Baiturrahman (MRB) makin bersolek. Masjid yang disebut-sebut sebagai miniatur Masjid Nabawi di Arab Saudi
MASJID Raya Baiturrahman (MRB) makin bersolek. Masjid yang disebut-sebut sebagai miniatur Masjid Nabawi di Arab Saudi ini menebar pesona hingga ke luar negeri. Tak heran, sebagai pintu gerbang masuknya Islam ke Nusantara dan Asia Tenggara, wajah baru MRB semakin menegaskan identitas Aceh sebagai ‘Serambi Mekkah’. Dan, Masjid Raya Baiturrahman menjadi ‘magnet’ baru pariwisata Aceh.
Penceramah yang juga dari mualaf asal Amrika, Yusuf Estes membagikan pengalaman rohaninya. Ia menjelaskan dalam budaya Amerika terdapat satu hari yang disebut ‘Thanksgiving Day’. Sementara bagi muslim, hari saling memberi atau sedekah adalah setiap hari. Nikmat yang manusia terima setiap hari, sehingga kita selalu mengucap alhamdulillah. Berapa kali? Tidak terhingga. Demikian nukilan ceramahnya.
“Saya ingin mengajak kalian meniru apa yang kulakukan. Jangan ragu untuk memberikan sedekah terbaikmu. Sedekah itu Allah yang balas, Allah akan membalas sedekah terbaik kita dengan yang lebih baik lagi,” ujarnya penuh keyakinan sambil mengeluarkan segepok uang rupiah dari sakunya.
Wisatawan yang berjumlah ratusan orang itu melaksanakan zikir, shalat Zuhur berjamaah, hingga santap siang di masjid kebanggaan rakyat Aceh tersebut. Selama sekitar dua jam wisatawan yang kebanyakan adalah paruh baya serta rombongan keluarga ini menyesaki MRB. Meski gerimis, namun tak menyurutkan semangat para pelancong untuk berwisata religi. Turis memenuhi saf shalat, lalu kemudian meluber ke pekarangan masjid yang dibentangi payung-payung elektrik mirip yang terdapat di Masjid Nabawi, Madinah.
“Ini rumah Allah. No selfie please,” pinta panitia dari wisatawan yang menumpang Kapal Pesiar Costa Victoria dalam dialek Melayu. (nurul hayati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisatawan-muslimah-dari-kapal-pesiar-costa-victoria_20171128_141108.jpg)