SerambiIndonesia/

HUT PNA Tanpa Irwandi

Partai Nanggroe Aceh (PNA)–sebelumnya Partai Nasional Aceh--memperingati Hari Ulang Tahun (HUT)

HUT PNA Tanpa Irwandi
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Pengurus DPP PNA bersama sejumlah ketua partai nasional lainnya dalam acara milad ke-6 PNA di Makam Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (4/12/2017). 

BANDA ACEH - Partai Nanggroe Aceh (PNA)–sebelumnya Partai Nasional Aceh--memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-6 di kompleks makam Syiah Kuala (Syekh Abdurrauf As-Singkily), Banda Aceh, Senin (4/12). Peringatan milad partai lokal itu dihadiri oleh ribuan kader, simpatisan, dan pengurus PNA baik dari kabupaten/kota maupun pengurus pusat.

Di antara petinggai PNA yang hadir kemarin terlihat Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Irwansyah alias Muksalmina, Sekretaris MTP Sofyan Dawood, Ketua Harian Samsul Bahri (Tiyong), Sekretaris DPP Miswar Fuadi, Bendahara Umum Lukman Age, Anggota Dewan Penasihat, Ridwan Abubakar (Nektu), Ketua Mahkamah Partai Sayuti Abubakar, dan sejumlah tokoh lainnya.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan sejumlah ketua partai politik nasional seperti TM Nurlif (Golkar), Zaini Djalil (NasDem) juga turut hadir dalam peringatan HUT PNA kemarin. Namun, Serambi tak melihat kehadiran Irwandi Yusuf selaku Ketua Umum DPP PNA. Ia tak hadir ke Syiah Kuala bersama para pengurus, kader, dan simpatisan lainnya. Irwandi yang dinanti-nantikan kader PNA, hingga berakhirnya acara tak kunjung tiba di tempat acara.

Ketua Harian PNA, Samsul Bahri alias Tiyong mengatakan, Irwandi tak hadir ke lokasi acara itu lantaran sedang menjalankan tugas lain sebagai Gubernur Aceh. “Kebetulan ada utusan khusus Presiden ke Aceh (Prof Dr Din Syamsuddin -red), beliau minta maaf karena harus ke sana dan memerintahkan saya untuk menggantikannya (menyampaikan sambutan),” kata Tiyong.

Dalam sambutannya, Tiyong mengatakan, PNA saat ini telah berganti nama dari Partai Nasional Aceh menjadi Partai Nanggroe Aceh. Pergantian nama itu diharapkan tetap menjadikan PNA sebagai partai yang dicintai rakyat. PNA juga berharap bisa meningkatkan kepercayaan rakyat, dibuktikan dengan penambahan kursi pada pileg yang akan datang. “Mudah-mudahan ke depan, di DPRA tidak lagi tiga kursi, di DPRK juga tidak lagi 17 kursi, harus bertambah. Mari kita jadikan partai ini partai yang dicintai rakyat,” ujarnya berharap.

PNA, lanjutnya, adalah partai lokal yang lahir pasca-MoU, dengan tujuan untuk membangun Aceh yang lebih baik dan Aceh yang lebih hebat. Tiyong menegaskan bahwa PNA bukanlah lawan dari partai politik lain, tapi PNA merupakan mitra untuk bersama-sama membangun Aceh. “Jangan ada anggapan kami sebagai lawan politik. Anggap kami teman, mari sama-sama kita mmbangun Aceh, dengan kebersamaan kita bisa,” imbuhnya.

Dalam HUT ke-6 PNA kemarin, pengurus DPP PNA juga menyantuni sejumlah anak yatim, mendengarkan tausiah, dan doa bersama yang diakhiri dengan kenduri dan makan bersama. Kegiatan HUT Ke-6 PNA juga bertepatan dengan milad GAM yang ke-41. “Ya, hari ini kita juga bertepatan dengan milad ke-41 GAM. Mari kita hadiahkan doa untuk semua syuhada yang telah berpulang,” pungkas Tiyong. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help