SerambiIndonesia/

Pemerintah tak Serius Tangani Gangguan Gajah

Imum Mukim Kandang, Tgk Tarmizi, Rabu (6/12), melaporkan kawanan gajah yang sebelumnya berkeliaran

Pemerintah tak Serius Tangani Gangguan Gajah
Kawanan gajah liar berkeliaran di areal Blang Meukik, Gampong Tunong Keumala Dalam, Kecamatan Keumala, Pidie 

* Hanya Mampu Bagikan Mercon

SIGLI - Imum Mukim Kandang, Tgk Tarmizi, Rabu (6/12), melaporkan kawanan gajah yang sebelumnya berkeliaran di kawasan Kecamatan Sakti, kini mulai berpindah ke Kecamatan Keumala, Pidie. Awalnya, kawanan gajah itu berjumlah 15 ekor. Namun, satu kelompok yang berjumlah 10 ekor gajah, kini bergabung dengan kawanan yang lebih dulu turun ke permukiman sejak satu minggu lalu.

Imum Mukim Kandang ini menilai pemerintah tidak serius melakukan penanganan gangguan gajah. Sehingga persoalan ini terus berulang, tanpa ada solusi jangka panjang. “Pemerintah gagal memberi kenyamanan bagi warga dari gangguan gajah. Bahkan pemerintah turut memiskinkan masyarakat yang tinggal di pinggir hutan, karena membiarkan persoalan gajah ini tanpa ada upaya serius untuk mengatasinya,” kata Tgk Tarmizi.

Menurutnya, penanganan gangguan gajah dengan menggunakan mercon yang selama ini dilakukan, bukannya mengatasi masalah. Namun hanya memindahkan persoalan dari satu Kecamatan Sakti ke Kecamatan Keumala, dan kini warga di Kecamatan Keumala yang akan merasakan dampak gangguan gajah.

“Saat dilakukan penggiringan, Selasa (5/12) malam, kawanan gajah itu bukannya kembali ke hutan, namun hanya berpindah ke Keumala dengan melintasi Gampong Paloh Jeureula, Paloh Naleung, Cot Nuran dan Pulo Pante,” kata Tgk Tarmizi, kemarin.

Gerombolan gajah liar itu kini menguasai kebun warga di Kecamatan Keumala, Pidie, dan bertahan di Gampong Pulo Baro. “Binatang ini sulit dihalau ke habitatnya karena banyaknya aktivitas manusia di hutan yang melakukan illegal logging dan penambang liar,” kata Tgk Tarmizi.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan Pidie, Ir Ainal Mardiah, yang membawahi Conservation Respons Unit (CRU) Manee, kemarin mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak karena keterbatasan dana, minimnya petugas, serta kurangnya sarana pendukung.

“Untuk mengatasi gangguan gajah ini, kami hanya bisa membantu dengan memberikan marcon kepada warga untuk mengusir gajah liar,” tandasnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help