Erosi dan Sisa Batang Kayu Ancam Ambrukkan Jembatan Pulau Kayu
Ancaman lainnya sisa potongan kayu yang diseret banjir, Senin malam lalu, kini tersangkut pada tiang tengah Jembatan Pulau Kayu.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Jembatan Pulau Kayu pada lintas Blangpidie-Meulaboh di Desa Pulau Kayu dan Desa Geulima Jaya, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terancam ambruk.
Peristiwa erosi Sungai (Krueng) Susoh, semakin mengganas akibat peristiwa banjir terjadi berulang kali. Akibatnya abutmen jembatan Pulau Kayu Desa Pulau Kayu sangat terancam.
Ancaman lainnya sisa potongan kayu yang diseret banjir, Senin malam lalu, kini tersangkut pada tiang tengah Jembatan Pulau Kayu.
Tumpukan sisa potongan kayu yang menumpuk dalam jumlah besar pada tiang jembatan juga sangat membayakan jembatan.
Salah seorang warga Desa Geulima Jaya, Syafaruddin kepada Serambinews.com, Jumat (29/12/2017) menjelaskan, peristiwa erosi yang terjadi berulang kali sangat membayakan abutmen jembatan.
Bahkan, peristiwa erosi telah mengakibatkan ambruknya sebagian bangunan ruko permanen lokasi di kepala Jembatan Pulau Kayu arah Desa Geulima
Bangunan ruko milik T Raja Ubit itu tidak bisa dimanfaatkan lagi akibat mengalami kerusakan sangat parah pada bangunan bagian belakang. Sebelumnya, bangunan ini dipergunakan sebagai tempat usaha jual ayam potong dan terakhir sebagai tempat usaha gunting rambut.
Lahan milik warga dalam kawasan Desa Pulau Kayu, Geulima Jaya serta Desa Padang Baru yang berada pada DAS (Daerah Aliran Sungai) Krueng Susoh, runtuh di banyak titik lokasi, termasuk tanaman jatuh ke dalam sungai, seperti tanaman kelapa sawit, coklat, pisang dan tanaman lainnya. (*)