Ini Tiga Opsi Terkait Patung di Aceh Tenggara belum Disepakati, Tunggu Bupati Pulang Dari Medan

Tapi dari tiga opsi ini belum ada satupun disepakati sehingga keputusan ini harus menunggu Bupati Agara, Raidin Pinim MAP pulang dari Medan

Ini Tiga Opsi Terkait Patung di Aceh Tenggara belum Disepakati, Tunggu Bupati Pulang Dari Medan
SERAMBI NEWS. COM /ASNAWI LUWI
Muspida Plus sedang rapat koordinasi seluruh stakeholder terkait pendirian patung monumen Kampung Nangka, Kecamatan Lawe Bulan, di Aula Mapolres Agara, Selasa (2/1/2018). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Ada tiga opsi yang muncul terkait pendirian monumen patung keluarga Palmer Situmorang di Desa Kampung Nangka, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

Tiga opsi tersebut, yakni patung dipindahkan dari Aceh Tenggara, patung dibuatkan /ditutup pagar tembok tinggi agar tidak kelihatan dari jalan, dan patung tidak boleh didirikan.

Baca: Mahasiswa dan Masyarakat Demo ke Polres Aceh Tenggara, Mereka Menolak Monumen Patung Keluarga

Rapat koordinasi seluruh stakeholder yang terdiri dari Muspida Plus, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Aceh Tenggara, MAA, dan pihak terkait lainnya telah melahirkan tiga kesepakatan tersebut.

Tapi dari tiga opsi ini belum ada satupun disepakati sehingga keputusan ini harus menunggu Bupati Agara, Raidin Pinim MAP pulang dari Medan.

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tenggara, Bukhari mengatakan, pendirian patung ini jangan dibenturkan kemana - mana.

Baca: Tahun 2017 Ada 178 Bayi Baru Lahir Dibuang di Indonesia, Jumlah di Aceh Sungguh Mengejutkan

Ini tidak ada kaitannya dengan Agama dan ini murni ide Palmer Situmorang yang membuat patung keluarganya.

"Mari kita jaga kerukunan antarumat beragama dan mari kita jaga beraneka ragam suku di Agara yang menjadi miniaturnya Indonesia," ujarnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tenggara, Ustad M Abbas LC, mengatakan, persoalan patung monumen ini harus dicarikan solusinya.

Baca: Miliki Barang Ini, Sopir dan Petani Ditangkap Polisi Bukit Tusam, Aceh Tenggara

Karena masyarakat Agara masih terlalu awam dengan adanya didirikan patung monumen.

"Ini kepentingan orang banyak dan demi ketenteraman masyarakat Agara harus kita carikan solusinya," ujarnya.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help