Serapan APBA 2017 Rp 13,8 T

Serapan proyek Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2017 hingga 30 Desember 2017

Serapan APBA 2017 Rp 13,8 T
dr Taqwallah MKes

* Pendapatan Rp 14,011 T

BANDA ACEH - Serapan proyek Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2017 hingga 30 Desember 2017 adalah Rp 13,8 triliun (92,7 persen) dari pagu Rp 14,911 T setelah APBA Perubahan. Sedangkan Pendapatan Asli Aceh selama 2017 mencapai Rp 14,011 triliun.

Ketua Tim P2K APBA Setda Aceh, dr Taqwallah MKes mengatakan jumlah itu sesuai yang sudah dilapor kepada Tim P2K Setda Aceh. “Realisasi itu bisa naik lagi, karena belum semua SKPA yang membayar paket proyek APBA 2017 juga sudah melaporkan kepada Tim P2K APBA Setda Aceh menjelang tutup tahun anggaran 2017, apalagi realisasi fisik proyek yang sudah dilaporkan telah mencapai 99,5 persen. Idealnya realisasi keuangan sudah harus lebih dari 95 persen,” kata Taqwallah menjawab Serambi, Senin (1/1).

Taqwallah menyebutkan sejumlah SKPA sudah melaporkan realisasi keuangan APBA 83-95 persen. Di antaranya, Bappeda, Setwan, BRA, Dinas PU, DPMG, BPSDM Perwakilan Medan, Satpol PP, Dispora, Biro Hukum, DLHK, Kominfo, Disnaker, Dinsos, Disperindag, MPU, Biro Umum, Biro Tapem, RSUZA, DRKA, Setda, DKP, Disdik, Baitul Mal, MAA, Gubernur, Distanbun. Selain itu, juga ada yang sudah di atas 95 persen, seperti PPKA, Arpus, Pengairan, dan Dishub.

Taqwallah menilai meningkatnya daya serap APBA 2017 dari 82 persen pada pertengahan Desember 2017 dan naik menjadi 92,7 persen akhir Desember 2017 berkat Rapim APBA 2017 yang dilaksanakan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Wagub Nova Iriansyah, Sekda Dermawan, Kepala Bappeda Azhari Hasan bersama Kepala SKPA setelah Gubernur dan Wagub meninjau realisasi fisik proyek di lapangan.

“Gubernur dan Wagub ketika itu memberikan arahan dan semangat kepada Kepala SKPA, KPA dan PPTK, untuk bekerja lebih keras lagi dan lakukan motivasi kepada rekanan agar mereka bisa menambah jam kerja, peralatan, dan buruh serta material. Misalnya untuk pekerjaan pembangunan jembatan rangka baja,” terang Taqwallah.

Sedangkan untuk proyek yang hingga akhir tahun lalu, realisasi fisiknya masih di bawah 100 persen, kata Taqwallah rekanan harus menerima sanksi pemutusan kontrak kerja. Dana yang dibayar sesuai realisasi proyek di lapangan. Hal ini seperti tercantum dalam kontrak kerja yang sudah mereka teken empat bulan lalu. Taqwallah mengatakan proyek yang putus kontrak baru diketahui jumlahnya ketika pertengahan bulan ini nantinya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Jamaluddin menjelaskan hingga 27 Desember 2017, Pendapatan Asli Aceh (PAA) mencapai Rp 14,011 triliun atau sebesar 93 persen dari pagu APBA setelah Perubahan 2017 Rp 14,448 triliun.

PAA terbesar di luar dana otsus, sebut Jamaluddin dari penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Realisasi penerimaannya terlampui Rp 14 miliar. Rinciannya target setelah perubahan APBA 2017 Rp 335 miliar, terealisasi Rp 367,6 miliar. Hal ini dampak positif dari kebijakan pemutihan PKB dan pembebasan BBNKB kedua 1 persen yang dilakukan sejak Juni-Oktober 2017 oleh Pemerintah Aceh. Sedangkan penerimaan BBNKB, realisasinya Rp 246,4 miliar belum mencapai targetnya Rp 385 miliar.

Jamaluddin juga menyebutkan sejumlah sumber PAA lainnya yang juga melebihi target, seperti dari pajak bahan bakar. Target Rp 287,3 miliar, realisasinya Rp 292,7 miliar. Begitu juga pajak rokok target Rp 291,3 miliar, realisasinya Rp 294,9 miliar.

Realisasi, dana otonomi khusus, yang diterima Pemerintah Aceh hingga akhir tahun lalu hanya Rp 7,971 triliun, sedikit turun dari info awalnya Rp 8,022 triliun. Dana alokasi khusus (DAK) juga turun, dari info awal Rp 1,560 triliun, realisasainya Rp 1,401 triliun. Tapi realisasi dana alokasi umum (DAU) naik, dari info awalnya Rp 1,930 triliun naik menjadi Rp 2,060 triliun. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved