SerambiIndonesia/

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Bus yang Jatuh dari Tebing di Peru Bertambah Jadi 48 orang

Bus jatuh dari tebing di jalan sempit dekat pantai pada Selasa (3/1/2018) di Pasamayo, sekitar 70 km dari Lima, Peru.

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Bus yang Jatuh dari Tebing di Peru Bertambah Jadi 48 orang
(Andina via AFP)
Petugas penyelamat, polisi dan petugas pemadam kebakaran berada di tempat kejadian setelah sebuah bus jatuh dari atas sebuah tebing, setelah bertabrakan dengan truk di jalan raya pesisir dekat Pasamayo, sekitar 45 km sebelah utara Lima, Peru, Selasa (2/1/2018). 

SERAMBINEWS.COM, LIMA - Jumlah korban tewas dalam insiden kecelakaan bus yang jatuh dari tebing di Peru, bertambah menjadi 48 orang.

Dilansir dari AFP, Rabu (3/1/2018), kementerian dalam negeri Peru sebelumnya menyebutkan korban tewas mencapai 25 orang, kemudian laporan terakhir mencatatkan 36 orang tewas.

Bus jatuh dari tebing di jalan sempit dekat pantai pada Selasa (3/1/2018) di Pasamayo, sekitar 70 km dari Lima, Peru.

Associated Press mewartakan bus melewati jalan raya sempit yang dikenal sebagai "belokan iblis" dengan membawa 57 penumpang menuju Lima.

Jalan raya "belokan iblis" memiliki bentuk yang sempit dan sering diselimuti kabut. Belokan di sepanjang jalan tebing itu menyebabkan banyak kecelakaan.

Sebelum jatuh menuruni lereng, bus ditabrak truk trailer. Bus berwarna itu berakhir di tepi pantai. Tubuh penumpang yang tidak bernyawa berada di antara bebatuan.

Menteri Perhubungan Peru, Bruno Giuffra, menyatakan dugaan awal mengindikasikan kedua kendaraan tersebut berada dalam kecepatan tinggi saat terjadinya tubrukan.

(Baca: Donor Darah Kankemenag Bireuen Peroleh Darah 145 Kantong, Masih Berlanjut Hingga Sore)

(Baca: BREAKING NEWS - Korban Pohon Tumbang di Sabang Meninggal Saat akan Dirujuk ke Banda Aceh)

Pengamat transportasi di Peru, Miguel Sidia, mengatakan kondisi jalan di Peru telah membaik dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, kurangnya pelatihan bagi pengemudi dan sedikitnya penegakan aturan di jalan masih menelan banyak korban jiwa setiap tahunnya.

"Sebagai orang Peru, kecelakaan ini sangat memalukan," ucapnya. (Associated Press)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help