Tahun 2017 Kejari Pidie Tangani 2 Kasus Korupsi, Dua-duanya Korupsi Dana Pembangunan Masjid

Ia mengatakan, untuk pidana khusus (pidsus) Kejari Pidie menangani dua perkara korupsi. Dua-duanya penyelewengan dana pembangunan masjid.

Tahun 2017 Kejari Pidie Tangani 2 Kasus Korupsi, Dua-duanya Korupsi Dana Pembangunan Masjid
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Kajari Pidie, Efendi SH MH menjelaskan perkara yang ditangani pihkanya selama tahun 2017. 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie menangani 172 perkara yang masuk pada pidana umum (pidum) pada tahun 2017.

Dari perkara tersebut tercatat 101 narkoba, dan selebihnya perkara kriminal lainnya. Perkara yang ditangani Kejaksaan semua sudah ada keputusan hukum atau inkrah.

"Perkara narkoba masih tertinggi di Pidie. Perkara itu meningkat sejak tahun 2014," kata Kajari Pidie, Efendi SH MH, menjawab Serambinews.com, Kamis (4/1/2018).

Ia mengatakan, untuk pidana khusus (pidsus) Kejari Pidie menangani dua perkara korupsi. Yakni, perkara korupsi dana pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti sebesar Rp 1,7 miliar.

Lalu, kasus penyelewengan dana desa di Gampong Masjid, Kecamatan Muara Tiga (Laweung) tahun 2016 sebesar Rp 700 juta.

(Baca: Tiga Kali Terjerat Kasus Narkoba, Jennifer Dunn Juga Tersangkut Kasus Korupsi)

(Baca: Ternyata Selama 2017, Tingkat Korupsi di Aceh Meningkat dari Tahun Sebelumnya)

(Baca: TNI dan Brimob Terobos Ruang Tahanan dan Redam Kerusuhan, Ini Foto-Foto Terkini LP Lambaro)

Efendi menambahkan, dari perkara yang ditangani Kejari Pidie tahun 2017, sehingga Kejari mampu menyetor dana ke kas negara yang merupakan penerimaan bukan pajak sebesar Rp 535,7 juta.

"Tahun 2018, kita berharap penyetoran dana ke kas negara akan lebih tinggi," ujarnya.(*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved