Warga Birem Bayeun Tewas Gantung Diri di Kamar Rumahnya

Tanpa sengaja ia melihat ayahnya telah tergantung di kayu plafon dengan selang air bangunan warna putih.

Warga Birem Bayeun Tewas Gantung Diri di Kamar Rumahnya
ist
Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Imran SE, bersama petugas identifikasi Polres Langsa saat berada di rumah korban. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA -- Seorang warga Dusun keluarga Desa Bukit Tiga, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Tukirin (50), Kamis (11/1/2018) siang tewas gantung diri di rumahnya.

Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa SIK, melalui Kapolsek Birem Bayuen, Iptu Imran SE, malam ini mengatakan, korban sudah tewas tergantung diketahui pertama kali pukul 11.00 WIB oleh anak kandungya Devi Febrianti (19).

Menurut Iptu Imran, saat itu Devi pulang ke rumahnya hendak memberi makan ibunya Naisyah (48) yang mengalami sakit strok dan kebutaan.

Saat sedang menyulang ibunya makan, ia mendengar handphonenya berdering yang terletak di kamar.

Lalu Devi bergegas ke kamarnya yang bersebelahan dengan kamar almarhum ayahnya itu. Tanpa sengaja ia melihat ayahnya telah tergantung di kayu plafon dengan selang air bangunan warna putih.

(Baca: Kematian Warga Keude Matang Diduga Akibat Bunuh Diri)

Devi langsung berlari keluar rumah memanggil suaminya, Muliadi (22) yang berada di rumah tetangga.

Lalu Muliadi dan Devi langsung masuk ke kamar itu menurunkan mayat orang tuanya tersebut.

Kemudian mereka memberitahukan kejadian ini kepada tetangganya dan perangkat desa, yang selanjutnya mengimformasikan hal itu kepada Polsek Birem Bayeun.

Anggota Polsek Birem Bayeun dan unit Identifikasi Polres Langsa, yang turun ke lokasi siang itu langsung melakukan olah TKP, dan sementara pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan selain bekas jeratan di lehernya itu.

Sesuai keterangan keluarga korban, dua bulan lalu Tukirin sudah pernah mencoba melakukan upaya bunuh diri dengan meminum racun serangga, namun masih dapat di selamatkan keluarganya.

Selain itu korban pernah mengatakan kepada keluarganya, bahwa korban juga sedang mengalami sakit kronis lebih kurang sudah 5 tahun.

Pihak keluarga korban tidak mau jasad orang tuanya divisum, dan memilih untuk langsung dikebumikan. (*)

Penulis: Zubir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help