Dua Warga Aceh Dikabarkan Ditangkap di Malaysia, Haji Uma Masih Kumpulkan Informasi

Haji Uma mendapat kabar tersebut dari pihak keluarga yang meminta bantu komunikasi dan koordinasi terkait nasib kedua warga Aceh itu.

Dua Warga Aceh Dikabarkan Ditangkap di Malaysia, Haji Uma Masih Kumpulkan Informasi
IST
Salah satu warga Aceh yang dikabarkan ditangkap di Malaysia 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Senator asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, mengaku mendapatkan informasi adanya dua warga asal Aceh yang ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia.

Haji Uma mengatakan pihaknya masih menelusuri informasi detil tentang keberadaan kedua warga tersebut.

Informasi awal yang diperoleh Haji Uma, menyebutkan, dua warga asal Aceh telah ditangkap di tempat terpisah di negeri jiran, yaitu M. Afzal (18) asal Peusangan Kabupaten Bireuen dan Sayid Bafdal asal Mutiara, Kabupaten Pidie.

Menurut senator asal Aceh ini, ia mendapat kabar tersebut dari pihak keluarga yang meminta bantu komunikasi dan koordinasi terkait nasib kedua warga Aceh itu.

(Baca: Ayana Moon Kunjungi Indonesia, 4 Tempat Ini yang Didatangi Mualaf Mantan Girlband Korea)

(Baca: Setelah Banda Aceh, YARA Deklarasikan Gerakan Aceh Muak di Aceh Timur, Ini Harapannya)

(Baca: Nostalgia Titisan Malahayati  )

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Haji Uma lalu melakukan kontak dan koordinasi dengan beberapa pihak, antara lain  BP3TKI, Dinas Sosial Aceh dan KBRI di Malaysia.

"Kita ingin tahu apa yang terjadi, sehingga kedua warga Aceh itu ditangkap," kata Haji Uma.

M. Afzal yang bekerja sebagai mekanik ditangkap di Teluk Panglima Garang Selango pada 21 September 2017 lalu dengan alasan yang belum diketahui.

Sementara Sayid Bafdal yang bekerja sebagai penjual buah ditangkap di Rawang Sungai Buloh Selangor, dan berdasarkan informasi ditahan di penjara Kajang, Malaysia sejak 4 November 2017.

"Saat ini keluarga di Aceh sangat gelisah karena belum mendapatkan informasi pasti terhadap dua warga Aceh itu. Karena itu saya membantu untuk memastikan informasi atas laporan dan permintaan dari keluarga mereka di Aceh," ujar Haji Uma.

Haji uma meminta kepada keluarga untuk bersabar dan sampai malam ini  masih bekerja menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di Malaysia, termasuk warga Aceh dari Grup Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) di Malaysia.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help