Pengaspalan Jembatan Krueng Tingkeum Tuntas

Pengaspalan lapisan kedua jembatan rangka baja Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Bireuen

Pengaspalan Jembatan Krueng Tingkeum Tuntas
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN 1 Aceh, Thabrani bersama tim dan Direktur PT Takabeya Perkasa Gruop, Mukhlis, meninjau persiapan peresmian Jembatan Krueng Tingkeum, di lintas nasional Medan-Banda Aceh, Kutablang, Bireuen, Jumat (12/1) sore. SERAMBI/FERIZAL HASAN 

BIREUEN - Pengaspalan lapisan kedua jembatan rangka baja Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Bireuen telah selesai dilakukan pada Jumat (12/1) malam atau sudah rampung 100 persen. Alhasil, jembatan yang sejak dua hari lalu dibuka sementara, kini tidak ditutup lagi sehingga sudah bisa dilintasi. Sedangkan peresmian jembatan di lintas nasional Medan-Banda Aceh tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Satker PJN Wil I Aceh melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 02, Amri ST kepada Serambi, Sabtu (13/1). Menurut Amri, seluruh pekerjaan utama sudah selesai dilakukan, untuk selanjutnya dilaporkan ke Jakarta guna dijadwalkan peresmian.

Saat ini, kata Amri, jembatan sudah berfungsi penuh untuk dilintasi berbagai jenis kendaraan dan telah ditinjau oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk anggota Komisi V DPR RI. Mengenai rencana peresmian, ungkap Amri, akan dilakukan dalam waktu dekat, namun jadwalnya belum bisa dipastikan. Pasalnya, selain kesiapan rekanan, juga sangat penting kesesuaian jadwal pejabat yang akan meresmikan jembatan tersebut.

Pada bagian lain, Ambi membeberkan, selama jembatan itu ditutup hampir setahun, peran pengelola boat penyeberangan yang menyeberangkan sepeda motor maupun mobil sangat besar. “Ini merupakan bukti nyata peran masyarakat yang secara langsung ikut membantu kelancaran lalu lintas selama jembatan belum rampung,” ujarnya. “Jasa awak boat penyeberangan ini cukup besar. PJN Wil I Aceh serta berbagai pihak lainnya termasuk warga sangat berterima kasih kepada jasa para awak boat getek selama ini di kawasan Krueng Tingkeum,” ucap dia.

Sementara itu, 10 anggota DPR RI dari Komisi V dengan Diketuai Ir H Sigit Sosiantomo, meninjau jembatan Krueng Tingkeum, Jumat (14/1). Jembatan yang awal tahun 2017 lalu dibongkar karena miring itu, sudah selesai dibangun kembali dengan anggaran bersumber dari APBN 2017. Saat meninjau jembatan kemarin, rombongan Komisi V DPR RI itu didampingi Bupati Bireuen, H Saifannur SSos bersama pejabat terkait. “Alhamdulillah, meskipun belum diresmikan jembatan ini sudah bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan, baik roda dua dan roda empat, kendaraan bermuatan ringan maupun kendaraan bermuatan berat,” ujar Ir H Sigit Sosiantomo.

Selain jembatan Krueng Tingkeum, rombongan Komisi V DPR RI itu juga meninjau bendungan Pante Lhong di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli yang mengairi 6.000 hektare sawah. Bendungan itu pada tahun 2018 akan diperbaiki di beberapa sisi yang sudah rusak, seperti pintu air dan lainnya. Pada malam harinya, rombongan DPR RI menggelar temu ramah dengan Pemkab Bireuen, Forkopimda, serta masyarakat di Pendopo Bireuen.

Dalam pertemuan tersebut, Ir H Sigit Sosiantomo mengatakan, itu merupakan kunjungan pertama dia ke Aceh di tahun 2018. Kunjungan ini, jelasnya, merupakan kunjungan konstitusional. Pada kesempatan itu, Sigit juga sempat menyinggung soal pengelolaan dana desa. “Jangan sampai dana desa tak terasa dampaknya, ini sudah tahun ketiga pelaksanaannya. Mesin pertumbuhan ekonomi itu kalau bisa dari desa,” ucap politisi PKS ini.

Sementara itu, Bupati Bireuen, H Saifannur SSos mengharapkan agar jalan nasional dan irigasi di Kabupaten Bireuen dapat ditingkatkan. Saifannur menyebutkan, Bireuen adalah Kota Juang, jangan sudah berjuang tapi tidak mendapatkan apa-apa. “Tolonglah perut orang Bireuen diisi. Rakyat Bireuen kebanyakan petani. Lihatlah Bireuen yang masih kekurangan, karena baru 18 tahun berpisah dari Aceh Utara,” tukas Saifannur.(yus/c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help