Barisan Muda Hanura Aceh Minta Elite Partai Akhiri Konflik

Konflik yang terjadi di internal DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) telah merambah hingga akar rumput

Barisan Muda Hanura Aceh Minta Elite Partai Akhiri Konflik
kompas.com

BANDA ACEH - Konflik yang terjadi di internal DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) telah merambah hingga akar rumput. Keadaan ini telah membuat tubuh partai tersebut terbelah dua akibat adanya aksi pecat memecat yang terjadi di tingkat pusat dan kini telah menjalar hingga ke pengurus daerah.

Inisiator Barisan Muda Penyelamat Partai Hanura, M Fauzan Febriansyah, kepada Serambi, Selasa (16/1), mengatakan bahwa seluruh grup whatsapp dan sosial media pengurus partai dari tingkat pusat sampai kecamatan telah terbelah pada kedua kubu, yaitu Kubu Ambhara dan kubu Manhattan.

“Konflik internal Partai Hanura semakin tajam. Kurang dari 24 jam setelah kemarin Kubu Ambhara memecat Ketum OSO yang kemudian dibalas Kubu Manhattan dengan memecat Sekjen Sudding, hari ini dinamika konflik ini akhirnya merambat sampai ke pengurus akar rumput Partai Hanura,” kata Fauzan.

Dia mengatakan, selaku kader, pihaknya memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab moral untuk menyelamatkan partai. Pimpinan partai serta seluruh kader dari pusat hingga ranting diminta untuk kembali mengingat doktrin partai dan nilai dasar perjuangan partai agar menyelesaikan persoalan partai secara musyawarah dan mufakat.

“Sesuai dengan amanat Munaslub Jakarta, 21 Desember 2016 dan AD/ART, kami meminta kepada Ketua Dewan Pembina Pak Wiranto dan Ketua Umum DPP Partai Hanura Pak OSO dalam 1x24 jam untuk dapat bertemu. Guna mencari solusi segera dengan cepat dan tepat untuk dapat mengakhiri konflik internal partai,” ujar dia.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Hanura Aceh menjelaskan bahwa konflik yang terjadi diinternal partai telah merusak konsolidasi dan kerja-kerja politik partai. Terutama jelang verifikasi faktual dan kerja pemenangan Pilkada Serentak 2018.

“Maka dari itu kami meminta sekali lagi kepada seluruh kader untuk menempatkan kepentingan masa depan partai, soliditas kader partai dan tujuan partai untuk dapat masuk lima besar pada Pemilu 2019 sebagaimana hasil Rapimnas Bali menjadi spirit kita bergerak untuk menyelesaikan konflik ini,” ucap dia.

Karena itu, Barisan Muda Penyelamat Partai Hanura mengingatkan para pimpinan DPP hingga DPC bahwa survei nasional Partai Hanura masih rendah. Oleh sebab itu, penyelesaian konflik internal ini haruslah kembali menyatukan seluruh elemen partai, bukan dengan cara saling balas mosi tidak percaya dan pecat-memecat.

“Kami mengimbau kepada seluruh kader muda Partai Hanura di seluruh Tanah Air, untuk bangkit, bersatu, dan menyatukan elemen-elemen partai yang saat ini terpecah. Kami mendorong segera dilaksanakan Rapimnas Partai Hanura agar kedua belah pihak dapat bertemu dan berdialog untuk menyelesaikan masalah ini,” tukasnya.

Untuk diketahui, kisruh ini berawal dari adanya mosi tak percaya 27 DPD dan lebih dari 400 DPC terhadap Oesman Sapta Odang (OSO) selaku Ketua Umum Partai Hanura. OSO diminta agar diberhentikan dari jabatannya karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap anggaran rumah tangga partai dan prinsip-prinsip nilai perjuangan partai.

Keputusan itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Sarifuddin Suding dalam jumpa pers di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Senin (15/1). Wakil Ketua Umum Partai Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.

OSO pun tak tinggal diam, Ketua DPD RI itu kemudian memecat Sarifuddin Suding. Akibat terjadinya perpecahan, pada Senin (15/1) kedua kubu membuat rapat did au tempat berbeda. Kubu Syarifuddin Sudding menggelar rapat di Hotel Ambhara dan kubu OSO menggelar rapat di Hotel Manhattan.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help