SerambiIndonesia/

Hari Ini dalam Sejarah Aceh, Panglima GAM Abdullah Syafi'i Tertembak dan Syahid Bersama Sang Istri

Teungku Lah gugur bersama istrinya Cut Fatimah dan dua pengawalnya dalam kontak senjata dengan TNI di hutan Jim-jim, Pijay, 22 Januari 2002.

Hari Ini dalam Sejarah Aceh, Panglima GAM Abdullah Syafi'i Tertembak dan Syahid Bersama Sang Istri
DOK SERAMBINEWS.COM
Panglima GAM, almarhum Abdullah Syafi'i. 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Siapa yang tidak kenal dengan Abdullah Syafi'i? Sosok yang paling dicari Tentera Nasional Indonesia (TNI) selama konflik mendera Aceh tapi sangat disanjung oleh rakyat Aceh.

Dalam catatan sejarah Aceh, dia adalah Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sangat disegani dan berkharisma. Tengku Lah, begitu dia disapa merupakan pria kelahiran Bireuen, 12 Oktober 1947 silam.

Teungku Lah mengakhiri hidupnya di medan perang diusia 54 tahun. Dia gugur bersama istrinya Cut Fatimah dan dua pengawal setianya dalam kontak senjata dengan TNI di hutan Jim-jim, Pidie Jaya pada 22 Januari 2002.

Teungku Lah bersama istri dan pengawalnya dimakamkan dalam satu liang di Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya pada 24 Januari 2002. Senin, 22 Januari 2018 hari ini, tepat 16 tahun almarhum Teungku Lah menghadap Illahi.

(Baca: Milad ke-41 GAM, 11 Fakta Syahidnya Panglima GAM Abdullah Syafii, Nomor 7 Syahid Bersama Sang Istri)

(Baca: Milad Ke-41 GAM, Begini Kisah Pertama Kali Hasan Tiro Pulang ke Aceh Setelah 25 Tahun di Amerika)

(Baca: POPULER - Syahidnya Abdullah Syafii, Istri Abusyik, Hadiah Martunis hingga Misteri Gunung Halimun)

Untuk mengenang 16 tahun meninggalnya Teungku Lah, masyarakat Aceh mengirimkan doa untuk Sang Panglima.

Salah satunya dari Murdani Abdullah yang mengajak warga Aceh mengirim doa untuk Teungku Lah.

Halaman
12
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help