Dewan Takut APBA Dipergubkan

Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada mengatakan, langkah DPRA yang semakin serius menyelesaikan

Dewan Takut APBA Dipergubkan
ARYOS NIVADA,Pengamat Politik 

BANDA ACEH - Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada mengatakan, langkah DPRA yang semakin serius menyelesaikan pengesahan RAPBA 2018 patut diapresiasi. Pertemuan DPRA dengan Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri beberapa waktu lalu dinilai langkah tepat untuk mengurai sengkarutnya RAPBA.

Meski mengapresiasi namun menurut Aryos tercium sedikit kejanggalan terhadap langkah politik DPRA. “Meski publik mengapresiasi karena DPRA terlihat semakin serius untuk pengesahan RAPBA 2018 namun sedikit janggal mengapa langkah ini baru terpikir oleh DPRA ketika eksekutif berniat mempergubkan RAPBA,” kata Aryos Nivada saat dimintai pendapatnya terkait polemik RAPBA 2018, Minggu (28/1).

Aryos mengatakan, rakyat Aceh sesungguhnya sudah muak dengan pengesahan RAPBA yang saban tahun terjadi keterlambatan. Kemuakan ini setidaknya tergambar dari pernyataan sikap dari sejumlah tokoh, termasuk kepala daerah yang setuju bila APBA 2018 sebaiknya dipergubkan.

Ketika aspirasi itu disahuti oleh gubernur, tiba-tiba DPRA terlihat semakin serius untuk menggarap APBA dengan rencana memanggil gubenur. Menurut Aryos, hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar. “DPRA terkesan takut jika APBA 2018 dipergubkan oleh Gubernur Aceh, karenanya DPRA melakukan langkah-langkah strategis, supaya RAPBA 2018 tetap disahkan melalui qanun,” kata Aryos.

Pendapat pribadi Aryos juga demikian, ia menengarai anggota DPRA memang tidak mau jika RAPBA 2018 dipergubkan. Alasan utamanya, karena masing-masing anggota DPRA punya dana aspirasi yang semakin besar jumlahnya dari tahun ke tahun. “Saya melihat itu sangat rasional secara politik, ketakutan itu muncul karena dana aspirasi mereka semakin besar. Jika dipergubkan, anggarannya juga kecil, sama seperti tahun sebelumnya,” jelas Aryos.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada isu berkembang di masyarakat, RAPBA 2018 ini memang sangat dipertaruhkan, mengingat tahun depan sudah masuk tahun politik. Semua partai politik, kata Aryos akan bersaing pada kontestasi legislatif. “Asumsinya begitu, isu terdengar di publik ada upaya untuk menumpuk pundi-pundi finansial untuk kebutuhan Pileg 2019. Mereka juga takut kehilangan dana aspirasi, karena sudah deal-deal dengan pihak eksternal terkait dana aspirasi tersebut,” demikian Aryos Nivada. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved