Kemunculan 'Pelakor' dan Alasan Mengapa Banyak Perempuan Suka Berkencan dengan Pria Beristri

Bahkan ada sebuah penelitian dari Oklahoma State University yang menemukan bahwa 90 persen perempuan lajang tertarik

Kemunculan 'Pelakor' dan Alasan Mengapa Banyak Perempuan Suka Berkencan dengan Pria Beristri
Capture Video
Dua Wanita di Aceh Berkelahi Gara-gara Pelakor 

SERAMBINEWS.COM - Istilah "pelakor" atau perebut laki orang banyak dibicarakan orang. Istilah ini kebanyakan dipakai untuk menggunjingkan perempuan yang berkencan dengan pria beristri.
 

 
Sebuah temuan psikologi terbaru yang dilakukan tim dari Inggris dan AS mencoba menjawab alasan di balik fenomena ini.

Mereka menemukan bahwa pria yang sudah memiliki perempuan atau diinginkan oleh perempuan lain secara otomatis daya tariknya akan meningkat.

Hal ini karena pria tersebut dianggap lebih tepat, baik, dan bisa menjadi ayah yang baik.

Baca: Terungkap, Identitas Wanita Hamil yang Ditemukan Tewas di Saluran

Penelitian yang sudah dipublikasikan di Scientific Reports, Senin (29/1/2018) menguji tentang teori penyalinan pasangan, di mana seseorang lebih disukai sebagai pasangan di masa depan karena memiliki pengalaman dalam berhubungan. 

Dengan melibatkan 49 perempuan dari Universitas St. Andrews, Skotlandia, mereka diminta untuk menilai 20 foto pria yang memperlihatkan wajah dan tangan dari skala 0-100 untuk sama sekali tidak tertarik sampai sangat tertarik. Sementara yang dijadikan variabel kontrol adalah sebuah karya seni abstrak.

Setelah menentukan pilihan, para peneliti memberi tahu responden pria mana yang rata-rata dipilih oleh peserta lain dan meminta mereka untuk memilih ulang.

Menariknya, jawaban para peserta berubah. Dari sini peneliti menemukan bahwa daya tarik seorang pria meningkat sampai 13 persen saat peserta tahu sebuah foto juga dipilih oleh perempuan lain.

"Perempuan tampaknya meniru preferensi pilihan perempuan lain, tapi ini mungkin hanya karena manusia memiliki kecenderungan umum untuk dipengaruhi oleh pendapat orang lain," ujar Catherine Cross, peneliti di bidang psikolog dan ilmu saraf dari Universitas St. Andrews, dilansir dari Independent, Selasa (30/1/2018).

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved