Proses Rehab-Rekons 5.812 Rumah yang Rusak Akibat Gempa Pijay Dimulai, Bupati Serahkan Buku Rekening

Pemerintah akan segera membangun 3.025 rumah yang rusak berat dan 2.787 rumah yang rusak sedang.

Proses Rehab-Rekons 5.812 Rumah yang Rusak Akibat Gempa Pijay Dimulai, Bupati Serahkan Buku Rekening
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Bupati Pidie Jaya, Aiyuab Abbas bersama Wakil Bupati, Said Mulyadi memperlihatkan prasasti peresmian jembatan permanen Gampong Meunasah Ara, Kecamatan Bandar Baru, Senin (12/2/2018). 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas menyerahkan buku rekening bank untuk tiga perwakilan kelompok masyarakat (Pokmas) sebagai tanda dimulainya program rehabilitasi dan rekonstruksi gempa Pijay.

Pemerintah akan segera membangun 3.025 rumah yang rusak berat dan 2.787 rumah yang rusak sedang.

Penyerahan buku rekening bank tersebut dilakukan pada acara ekspose kinerja lima tahun pemerintahan Aiyub Abbas-Said Mulyadi (2014-2018), Senin (12/2/2018).

Acara yang dihadiri 1.500 warga dari delapan kecamatan itu berlangsung di halaman Masjid Gampong Meunasah Ara, Kecamatan Bandar Baru.

Pada kesempatan itu, Bupati bersama Wakil Bupati juga meresmikan jembatan permanen Gampong Meunasah Ara yang rampung dibangun akhir 2017. Jembatan yang hancur akibat banjir itu dibangun dengan dana Rp 6,3 miliar.

Pada kesempatan itu, juga dilaporkan berbagai hal yang sudah dilakukan di sektor insfrastruktur pekerjaaan umum dalam rangka pemberdayaan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan.

Terutama bidang kebinamargaan yang mencakupi jalan dan jembatan, bidang keciptakaryaan yaitu penanganan gedung, sarana pedesaan, sarana ibadah dan air bersih, dan bidang pengairan yaitu pembangunan irigasi dan embung.

Selama pemerintahan Aiyub Abbas-Said Mulyadi, ruas jalan yang sudah dibangun selama lima tahun sepanjang 112 Km, jembatan 30 unit, masjid 22 unit dan meunasah 24 unit.

Tak hanya itu, pemerintah juga sudah melakukan peningkatan pelanyanan air minum kepada masyarakat dari 100 liter perdetik menjadi 150 liter perdetik.

"Kini sudah dinikmati oleh 33.430 jiwa dan pada tahun 2018 ditingkatkan menjadi 38.000 jiwa," kata Aiyub Abbas kepada Serambinews.com, Senin (12/2/2018).(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help