Aceh Utara Termiskin

Kabupaten Aceh Utara urutan pertama penduduk paling banyak miskin atau termiskin di Aceh, yakni mencapai 118.740 jiwa

Aceh Utara Termiskin
TIM Kementerian Ketenagakerjaan RI meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) di Gampong Paya Keuneukai, Sabang, Kamis (18/1). 

* Juga Terbanyak Pengangguran

BANDA ACEH - Kabupaten Aceh Utara urutan pertama penduduk paling banyak miskin atau termiskin di Aceh, yakni mencapai 118.740 jiwa. Sedangkan urutan kedua hingga kelima secara berurut, yaitu Pidie 92.350 jiwa, Bireuen 71.540 jiwa, Aceh Timur 63.670 jiwa, dan Aceh Besar 62.720 jiwa. Paling sedikit Kota Sabang 5.980 jiwa karena jumlah penduduknya sedikit. Sedangkan Banda Aceh mencapai 19.230 jiwa penduduk miskin.

Adapun pengangguran juga pertama terbanyak di Aceh Utara mencapai 11,02 persen, kedua Kota Lhokseumawe 10,51 persen, ketiga Aceh Besar 8,49 persen, keempat Aceh Timur 8,42 persen, dan kelima Pidie 7,64 persen.

Ketua Rapat Banggar DPRA, Tgk Anwar Ramli menyampaikan hal ini kepada Serambi di Banda Aceh, Jumat (23/2). “Hal ini sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh hingga September 2017,” kata Anwar Ramli.

Ia menyebutkan dta itu diperlukan karena sejak Kamis (22/2) hingga keesokannya atau kemarin, Jumat (23/2), Badan Anggaran DPRA bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) membahas strategi menurunkan jumlah penduduk miskin dan pengangguran di Aceh.

“TAPA munculkan 23 faktor penyebab kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Sedangkan Banggar DPRA munculkan tambahan dua faktor penyebab, pertama karena peredaran narkoba di kalangan masyarakat dan pelajar semakin marak. Kedua karena tidak stabilnya harga komoditi rakyat,” kata Tgk Anwar Ramli.

Anwar menyebutkan dari tingkat pendidikan, maka penganggur terbanyak lulusan SMK mencapai 10,96 persen. Disusul lulusan SMA 10,74 persen, diploma 8,20 persen, universitas 8,06 persen, SMP 4,53 persen, dan SD terendah 2,32 persen. Lulusan SD terendah menganggur karena mereka tak memilih-milih kerja alias mau bekerja apa saja.

Anwar menambahkan dalam dokumen KUA dan PPAS 2018, Bab I, TAPA telah memaparkan sepuluh program prioritas dan 15 program unggulan pemerintahan Irwandi-Nova. “Namun, apakah dalam penjabaran programnya nanti dalam dokumen PPAS mampu menjawab persoalan di atas, ini yang perlu dibuktikan TAPA,” kata Anwar.

Anwar mencontohkan kenapa lulusan SMK di Aceh terbanyak pengangguran, padahal tujuan dibukanya SMK agar siswa memiliki skil madya siap pakai dan usaha mandiri. “Apakah fasilitas praktik SMK di Aceh, tidak update atau linier dengan kondisi sekarang ini, sehingga mereka tidak bisa mandiri atau mengisi pasar kerja lokal, nasional, dan luar negeri, dalam buku PPAS 2018 belum terlihat jelas program dan kegiatan Pemerintah Aceh untuk menjawab fakta, data, serta kondisi sekarang ini dan mendatang,” ujar Anwar. (her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved